MENJAMAK SHOLAT TANPA ADA UDZUR

April 10, 2018 at 3:17 am | Posted in fiqih | Leave a comment

MENJAMAK SHOLAT TANPA ADA UDZUR

 

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

مَنْ جَمَعَ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ فَقَدْ أَتَى بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الكَبَائِرِ

“barangsiapa yang menjamak dua sholat, tanpa udzur, maka ia telah mendatangi pintu dari pintu-pintu dosa besar”.

Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam “Sunannya (no. 188), Imam ath-Thabaraniy dalam “al-Mu’jam al-Kabiir (no. 11540)”, Imam ad-Daaruquthni dalam “Sunannya (no. 1475)”, Imam  al-Hakim dalam “al-Mustadrak (1020)”, dan selain mereka Rahimahumullah. Poros sanad semuanya bermuara pada :

عَنْ حَنَشٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

“dari Hanasy dari Ikrimah dari Ibni Abbas Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda : “al-Hadits”.

 

Hanasy ini adalah laqob dari al-Husain bin Qois, para ulama jarh wa ta’dil mendhoifkannya, sehingga Al Hafidz Ibnu Hajar berkesimpulan tentangnya bahwa ia perowi matruk. Akan tetapi Imam al-Hakim dalam kitabnya diatas mengeluarkan pendapat bahwa Hanasy ini adalah perowi tsiqoh, dan penilaian ini dikritik langsung oleh Imam adz-Dzahabi dalam “Ta’liqnya terhadap al-Mustadrak”, bahwa pada ulama menilainya sebagai perowi lemah.

 

Namun sekalipun hadits ini lemah, para ulama beramal dengan makna hadits diatas, Imam Tirmidzi dalam “Sunannya” setelah meriwayatkan hadits diatas, beliau berkata :

وَحَنَشٌ هَذَا هُوَ أَبُو عَلِيٍّ الرَّحَبِيُّ، وَهُوَ حُسَيْنُ بْنُ قَيْسٍ، وَهُوَ ضَعِيفٌ عِنْدَ أَهْلِ الحَدِيثِ، ضَعَّفَهُ أَحْمَدُ وَغَيْرُهُ  وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ العِلْمِ

“Hanasy ini adalah Abu Ali ar-Rahabiy yaitu Husain bin Qois, ia didhoifkan oleh para ulama hadits, didhoifkan oleh Imam Ahmad dan selainnya. (akan tetapi), para ulama beramal dengan hadits ini” –selesai-.

 

Amiirul Mukminin Umar bin Khothob Rodhiyallahu ‘anhu menegaskan bahwa menjamak dua sholat tanpa udzur adalah termasuk dosa besar, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah dan Imam Abdur Razaq dalam Mushonafnya masing-masing. Imam Ibnu Abi Syaibah juga meriwayatkan hal senada dari Abu Musa al-Asy’ariy Rodhiyallahu ‘anhu.

 

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: