BATALKAH SHOLAT ORANG YANG TIDAK MENEMPELKAN HIDUNGNYA KETIKA SUJUD?

April 20, 2018 at 9:57 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

BATALKAH SHOLAT ORANG YANG TIDAK MENEMPELKAN HIDUNGNYA KETIKA SUJUD?

Al-Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhori rahimahullah dalam kitab “Shahihnya” membuat judul bab yang tercantum dibawah kitab al-Adzan :
باب السجود على الأنف
“Bab Sujud atas hidungnya”

Beliau menurunkan sebuah hadits untuk judul bab ini yakni hadits no. 812, dari jalannya sampai kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الجَبْهَةِ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَاليَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ القَدَمَيْنِ
“aku diperintahkan untuk bersujud atas 7 anggota badan, yaitu : dahi, beliau berisyarat juga ke hidungnya, lalu kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung telapak kaki..”.
Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dalam Shahihnya (no. 1098).

Hadits diatas dalam bentuk qouliyyah, adapun hadits fi’liyahnya diriwayatkan oleh para ulama hadits, diantaranya oleh Imam Tirmidzi dalam “Sunannya” (no. 270) dari jalannya sampai ke Abu Humaid as-Saa’idiy radhiyallahu anhu :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَجَدَ أَمْكَنَ أَنْفَهُ وَجَبْهَتَهُ مِنَ الأَرْضِ
“Bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika bersujud beliau benar-benar menempelkan hidung dan dahinya di tanah..”.

Sebagian pensyarah Shahih Bukhori mengatakan judul bab yang dibawakan oleh Imam Bukhori adalah untuk menjelaskan hukum menempelkan hidung ke tanah ketika sujud. Menyikapi hal ini, para ulama berbeda pendapat, Imam Nawawi rahimahullah dalam “Syarah Shahih Muslim” (IV/430-431) mengatakan bahwa mazhab mayoritas ulama menempelkan hidung adalah sunnah, artinya sholat tetap sah jika seorang yang sujud dalam sholatnya tidak menempelkan hidungnya ke tanah. Ini adalah mazhabnya Imam Malik dan Imam Syafi’i serta kebanyakan ulama. Alasannya jika hidung dimasukkan sebagai anggota badan yang wajib ditempelkan ketika sujud, maka berarti jumlahnya delapan, bukan tujuh sebagaimana hadits. Adapun Imam Abu Hanifah dan yang sepakat dengannya, cukup bagi seorang memilih apakah menempelkan hidung atau dahinya saja. Sedangkan mazhab Imam Ahmad mengatakan wajibnya menempelkan dahi dan hidung semuanya ketika sujud.

Imam Tirmidzi dalam Sunannya setalah meriwayatkan hadits diatas, menyebutkan dua kubu ulama terkait masalah ini, kata beliau :
وَالعَمَلُ عَلَيْهِ عِنْدَ أَهْلِ العِلْمِ: أَنْ يَسْجُدَ الرَّجُلُ عَلَى جَبْهَتِهِ وَأَنْفِهِ، فَإِنْ سَجَدَ عَلَى جَبْهَتِهِ دُونَ أَنْفِهِ، فَقَالَ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ العِلْمِ: يُجْزِئُهُ، وَقَالَ غَيْرُهُمْ: لَا يُجْزِئُهُ حَتَّى يَسْجُدَ عَلَى الجَبْهَةِ وَالأَنْف
“Para ulama mengamalkan hadits ini, yaitu seorang sujud dengan dahi dan hidungnya, jika ia sujud dengan dahinya saja tanpa menempelkan hidungnya, maka sebagian ulama menilai sholatnya sah, sedangkan sebagian lainnya menilai tidak sah sampai ia sujud dengan dahi dan hidungnya”.

Adapun jika ada yang bertanya bagaimana pendapat Imam Bukhori sendiri menyikapi tema ini?, beliau sendiri menuangkan satu bab lagi setelahnya :
بَابُ السُّجُودِ عَلَى الأَنْفِ، وَالسُّجُودِ عَلَى الطِّينِ
“Bab sujud dengan hidung dan sujud diatas tanah”.
Kemudian beliau menurunkan sebuah hadits (no. 813) dari jalannya sampai kepada Abu Said al-khudri radhiyallahu anhu, yang salah satu potongan lafalnya menunjukkan korelasi dengan judul babnya :
فَصَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى رَأَيْتُ أَثَرَ الطِّينِ وَالمَاءِ عَلَى جَبْهَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَرْنَبَتِهِ
“Maka kami sholat bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam hingga aku melihat bekas tanah bercampur air di dahi dan ujung hidungnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam”.

Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam “Fathul Bari” (3/30) menukil perkataan Khothobiy yang mengisyaratkan bahwa hadits ini menujukkan wajibnya menempelkan dahi dan hidung ketika sujud, karena seandainya tidak wajib, tentu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak menempelkan hidungnya mengingat kondisi tanah tempat sujud basah bercampur air hujan sisa semalam, yang bocor dari atas masjid Nabi yang terbuat dari pelepah Kurma, dengan adanya bukti sisa tanah yang bercampur air di dahi dan ujung hidung Beliau, maka sujud pada keduanya adalah wajib. Sekalipun kemudian Al Hafid merasa meninjau lagi pendapat Imam Khothobi tersebut.

Salah seorang ulama kontemporer yang sudah tidak asing lagi khidmatnya terhadap sunah Nabi, yakni Imam al-albani membela pendapat akan wajibnya menempelkan hidung dalam kitabnya “Sifat Sholat Nabi”, diantara nash yang beliau bawakan untuk menguatkan pendapatnya tersebut adalah hadits Ibnu Abbas radhiyallahu anhu secara marfu’ :
لا صلاة لمن لا يصيب أنفه من الأرض ما يصيب الجبين
“Tidak ada sholat bagi orang yang tidak menempelkan hidungnya ke tanah… “.
Hadits ini dishahihkan oleh Imam al-hakim dan disetujui oleh Imam adz-dzahabi. Takhrij lengkap untuk hadits tersebut beserta plus minusnya ada di kitab “Ashlu Sifat Sholat Nabi” (II/733-735).
Disana asy-syaikh al-albani bersitidlal dengan hadits ini :
وهو نص على بطلان الصلاة بترك وضع الأنف ومسه بالأرض. وقد سبق ذكر من ذهب إليه من الأئمة
“Ini adalah nash akan batalnya sholat orang yang tidak meletakkan dan menempelkan hidungnya ke tanah dan telah berlalu penyebutan pendapat Aimah yang mengatakan seperti ini”.

Oleh sebab itu, saran terbaik dalam masalah ini adalah khuruj minal khilaf dengan senantiasa menempelkan hidungnya ke tanah ketika sujud, karena setidak-tidaknya itu adalah perbuatan berpahala yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan terhindar dari batalnya sholat, jika itu adalah pendapat yang benar. Wallahu a’lam.

#mazhabfiqihimambukhori
#menempelkanhidungketikasujud

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: