BID’AHKAH MENYEDIAKAN SUTRAH DIDALAM MASJID?

April 20, 2018 at 10:01 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

BID’AHKAH MENYEDIAKAN SUTRAH DIDALAM MASJID?

Dibeberapa masjid demi menghidupkan atau mendukung kesempurnaan sholat seseorang dimana disyariatkan baginya untuk menjadikan sutrah dihadapannya ketika sholat, maka pihak pengurus masjid menyediakan semacam plang dari kayu untuk sutrah yang bisa digunakan oleh jamaah sholat di masjid, terutama bagi mereka yang sholat sendirian, misalnya ketika sholat sunnah, atau bagi Imam yang melaksanakan sholat berjamaah yang datang setelah sholat jamaah pertama selesai dilaksanakan.

Terhadap fenomena ini, sebagian ulama pun memberikan komentar baik yang pro maupun yang kontra dengannya. Misalnya Lajnah Daimah (dewan fatwa resmi) Saudi Arabia pernah mengeluarkan fatwa terkait permasalahan ini, diantara bunyi fatwanya :
ﻭﻳﺴﻦ ﻟﻪ ﺩﻧﻮﻩ ﻣﻦ ﺳﺘﺮ ﻟﻪ ﻟﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻳﺒﺘﺪﺭﻭﻥ ﺳﻮﺍﺭﻱ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻟﻴﺼﻠﻮﺍ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﻓﻠﺔ . ﻭﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻀﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻟﻜﻦ ﻟﻢ ﻳﻌﺮﻑ ﻋﻨﻬﻢ ﺃﻧﻬﻢ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻨﺼﺒﻮﻥ ﺃﻣﺎﻣﻬﻢ ﺃﻟﻮﺍﺣﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺸﺐ ﻟﻴﻜﻮﻥ ﺳﺘﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺑﺎﻟﻤﺴﺠﺪ ﺑﻞ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺼﻠﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﺟﺪﺍﺭ – ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﺳﻮﺍﺭﻳﻪ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﻋﺪﻡ ﺍﻟﺘﻜﻠﻒ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻓﺎﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﺳﻤﺤﺔ ﻭﻟﻦ ﻳﺸﺎﺩ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺃﺣﺪ ﺇﻻ ﻏﻠﺒﻪ ﻭﻷﻥ ﺍﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﺴﺘﺮﺓ ﻟﻼﺳﺘﺤﺒﺎﺏ ﻻ ﻟﻠﻮﺟﻮﺏ
“Disunahkan baginya mendekati sutrahnya berdasarkan hadits (terkait masalah ini). Para sahabat radhiyallahu anhum mereka mencari tiang masjid (sebagai sutrah) untuk sholat sunahnya. Berdasarkan ini apa yang terdapat didalam masjid tidak dikenal oleh para sahabat yakni terkait meletakkan didepannya semacam papan dari kayu sebagai sutrahnya di masjid, namun mereka sholat menghadap tembok atau tiang masjid (sebagai sutrahnya). Oleh sebab itu selayaknya tidak memberat-beratkan diri dalam masalah ini, syariat ini lapang, tidaklah sekali-kali seseorang memberat-beratkan diri dalam syariat ini, kecuali ia akan kalah dan juga perintah untuk bersutrah adalah sunah bukan wajib….”.
(http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaChapters.aspx?View=Page&PageID=2638&PageNo=1&BookID=2).

Bahkan sebagian ulama secara tegas mengatakan bahwa perbuatan diatas adalah bid’ah, misalnya apa yang difatwakan oleh asy-syaikh Ubaid al-jabiri hafizhahullah (http://www.ajurry.com/vb/archive/index.php/t-35447.html).

akan tetapi bila kita menggunakan pendekatan dalam kaedah fiqhiyyah berikut, maka permasalahan yang kita bahas dapat masuk kedalamnya. Al-‘Alamah Abdur Rahman as-sa’di rahimahullah dalam kitabnya “Risaalah al-Qowaa’id al-Fiqhiyyah” di point kaedah ke-24 beliau menulis :
وسائل الأمور كالمقاصد
“Sarana-sarana perkara seperti tujuannya”.

Beliau rahimahullah kemudian menjelaskan maksud dari kaedah ini bahwa sarana-sarana itu diberikan hukum seperti tujuannya. Jika sarana tersebut digunakan untuk melaksanakan perkara kewajiban, maka hukum sarana tersebut pun wajib, begitu juga jika sarana tersebut mengantarkan kepada sunnah maka hukumnya sunnah, dan seterusnya.

Bahkan untuk case ini ada dalil yang bisa dijadikan referensi dalam penyedian sarana sutrah guna mendukung kesempurnaan sholat. Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata :
ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺪﺧﻞ ﺍﻟﺨﻼﺀ ، ﻓﺄﺣﻤﻞ ﺃﻧﺎ ﻭﻏﻼﻡ ﻧﺤﻮﻱ ﺇﺩﺍﻭﺓ ﻣﻦ ‏ﻣﺎﺀ ﻭﻋﻨﺰﺓ ، ﻓﻴﺴﺘﻨﺠﻲ ﺑﺎﻟﻤﺎﺀ
“Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam masuk kedalam toilet, maka aku bersama remaja lainnya menyiapkan air dan ‘Anazah (semacam tombak kecil), lalu beliau beristinja dengan air” (Muttafaqun alaih).
Dalam hadits lain disebutkan kegunaan ‘Anazah tersebut :
ﺃﻧﻬﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﻮﺿﻊ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ ، ﻓﻴﺼﻠﻲ ﺇﻟﻴﻬﺎ
“‘Anazah tersebut diletakkan didepan Rasulullah, lalau Beliau sholat menghadap kepadanya”.

Maka dari hadits diatas ada isyarat kebolehan mempersiapkan sutrah oleh orang lain untuk digunakan oleh seseorang. Hal inilah yang dipahami oleh asy-syaikh DR. Muhammad bin Hadi dalam saah satu jawabannya ketika ditanya tentang masalah tersebut :
ﺳﻤﻌﺖُ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺃﺑﺎ ﺃﻧﺲ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦَ ﻫﺎﺩﻱ _ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ _ ﻳُﺴﺌﻞ ﻋﻨﻬﺎ _ ﺇﻱ ﺍﻟﺨﺸﺒﺔ _ ﻭﻫﻞ ﻫﻲ ﺑﺪﻋﺔ؟ .
ﻓﻘﺎﻝ _ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ‏( ﻻ . ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﻬﺎ ‏) ، ﻭﺍﺳﺘﺪﻝ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﻳﻀﻊ ﺃﻭ ﺗُﻮﺿﻊ ﻟﻪ ﺍﻟﻌَﻨَﺰَﺓ .
ﻭﻛﺎﻥ ﻫﺬﺍ ﻓﻲ ﻣﺴﺠﺪﻩ ﺑﺪﺭﻱ ﺍﻟﻌﺘﻴﺒﻲ ﺑﺎﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﺍﻟﻨﺒﻮﻳﺔ ﻓﻲ ﺷﻬﺮ ﺟﻤﺎﺩﻯ ﺍﻵﺧﺮﺓ 1434 ﻫـ
“aku mendengar Abu Anas Muhammad bin Hadiy hafizhahullah ditanya tentang sutrah kayu tersebut, apakah itu bid’ah?
Beliau menjawab : “bukan, tidak masalah, berdalil dengan perbuatan Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang meletakkan tombak (untuk dijadikan sutrah sholat, pent.)”. (https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=150938).

Sedangkan kaedah diatas diaplikasikan oleh tim fatwa Islamweb dalam menjawab permasalahan ini, diantara nukilannya :
ﻭﻣﺎ ﺩﺍﻡ ﺃﻥ ﺍﺗﺨﺎﺫ ﺍﻟﺴﺘﺮﺓ ﻣﺸﺮﻭﻉ ﻭﻣﻘﺼﻮﺩ ﺷﺮﻋﺎ ﻓﺈﻥ ﺻﻨﺎﻋﺔ ﻣﺎ ﻳﺘﺤﻘﻖ ﺑﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ ﻻ ﺣﺮﺝ ﻓﻴﻪ، ﻭﻻ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺑﺪﻋﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ
“Selama hukum mengambil sutrah itu disyariatkan dan ini adalah maksud yang disyariatkan padanya, maka membuat sesuatu yang bisa merealisasikan tujuan syariat adalah tidak mengapa dan tidak dianggap bid’ah dalam agama”. (http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=293617).

Oleh sebab itu tidak mengapa pengurus masjid menyediakan sutrah tersebut, jika dalam pengadaanya tidak memberatkan. Karena manfaat yang bisa dirasakan terutama bagi jamaah yang hendak mengerjakan sholat sunnah ba’diyyah, dimana biasanya masih ramai jamaah masjid, sehingga tiang atau dinding masih terdapat orang disitu dan jika bersutrah dengan orang terkadang orang dihadapannya pergi, sehingga ia tidak bersutrah dan berpotensi dilewati orang-orang yang tidak tahu hukuman atas orang yang melewati didepan orang yang sholat. Adanya sutrah tadi diharapkan menjadi tanda agar orang lain tidak sembarangan lewat didepannya diantara dirinya dengan sutrah.

Walhamdulillah wallahu a’lam wal ilmu indallah.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: