URUTAN TANDA KIAMAT BESAR

April 20, 2018 at 10:02 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

URUTAN TANDA KIAMAT BESAR

Ada sepuluh tanda kiamat yang besar yang telah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam beritahukan kepada umatnya, sebagaimana diriwayatkan dengan sanad yang bersambung kepada Beliau oleh Imam Muslim dalam “Shahihnya” (no. 39 – 2901) dan selainnya dengan jalannya sampai kepada Khudzaifah bin Asiid al-Ghifariy Rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata :
اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ، فَقَالَ: «مَا تَذَاكَرُونَ؟» قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ، قَالَ: ” إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ – فَذَكَرَ – الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ، تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ ”
“Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam melihat kami sedang saling bermudzakarah tentang sesuatu, maka Beliau pun berkata : “apa yang sedang kalian mudzakarah-i?”, mereka menjawab : “kami sedang bermudzakarah tentang hari kiamat”. Kemudian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam pun bersabda : “sekali-kali tidaklah terjadi hari kiamat, hingga kalian melihat 10 tanda sebelumnya, kemudian Beliau menyebutkan : ad-Dukhoon, ad-Dajjaal, ad-Daabbah, terbitnya Matahari dari sebelah barat, turunnya Isa bin Maryam Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, Ya`juuj Ma`juuj, tiga khusuuf : khusf di Timur, di Barat dan di Jazirah Arab, dan tanda yang paling akhir adalah api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke makhsyar mereka”.

Kemudian para ulama kita mencoba membuat simulasi bagaimana urutan tanda kiamat itu terjadi, sependek pengetahuan kami belum ada nash shorih yang menunjukkan urutan 10 tanda kiamat itu terjadi, sekalipun sebagian urutannya bisa kita lacak pada hadits-hadits yang membicarakan tentang tanda kiamat besar tersebut. Al-‘Alamah Muhammad bin Sholih al-Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya tentang urutan tanda kiamat besar tersebut, lalu beliau menjawab :
فأجاب بقوله: أشراط الساعة الكبرى بعضها مرتب ومعلوم، وبعضها غير مرتب ولا يعلم ترتيبه، فمما جاء مرتبا: نزول عيسى ابن مريم، وخروج يأجوج ومأجوج، والدجال، فإن الدجال يبعث، ثم ينزل عيسى ابن مريم فيقتله، ثم يخرج يأجوج ومأجوج.
وقد رتب السفاريني – رحمه الله- في عقيدته هذه الأشراط، لكن بعض هذا الترتيب تطمئن إليه النفس، وبعضها ليس كذلك. والترتيب لا يهمنا، وإنما يهمنا أن للساعة علامات عظيمة إذا وقعت فإن الساعة تكون قد قربت، وقد جعل الله للساعة أشراطا؛ لأنها حدث هام، يحتاج الناس إلى تنبيههم لقرب حدوثه.
“tanda-tanda kiamat yang besar sebagiannya berurutan sebagaimana diketahui dan sebagiannya tidak berurutan dan tidak diketahui urutannya. Diantara yang datang berurutan adalah turunnya Nabi Isa, keluarnya Ya`juuj dan Ma`juuj, dan Dajal. Setelah Dajal dibangkitkan, dilanjutkan turunnya Nabi Isa bin Maryam yang membunuhnya, kemudian keluarnya Ya`juuj dan Ma`juuj.
As-Safaaroiniy Rahimahullah dalam akidahnya telah membuat urutan tanda-tanda ini, namun sebagian urutan, hatiku tenang menerimanya, namun sebagiannya lagi tidak tenang menerimanya. Urutan-urutan tersebut tidak penting bagi kita, yang terpenting adalah bahwa kiamat ini memiliki tanda yang agung, jika itu sudah ada, maka menunjukkan sebentar lagi terjadinya kiamat, karena Allah telah menjadikan alamat untuk kiamat tersebut, dan ini adalah kejadian yan penting, yang manusia butuh untuk memperhatikannya, karena telah dekat terjadinya kiamat”.

Namun dalam kesempatan ini kami bi-idznillah akan menyebutkan urutan tanda kiamat besar tersebut berdasarkan versi yang dipilih oleh Al Hafidz Ibnu Hajar yang beliau nukil dari Imam ath-Thibiy yang kemudian dijelaskan lebih rinci lagi oleh asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwaijiriy dalam kitabnya “Ma’ushuu’ah al-Fiqh al-Islaamiy” (I/239-259).

Untuk tanda kiamat besar yang pertama, para ulama berselisih pendapat menjadi beberapa pendapat, namun kami akan memilih pendapat Al Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah dalam kitabnya “Fathul Bariy” (XI/353) ketika mengkompromikan hadits antara awal pertama tanda kiamat besar apakah terbitnya Matahari atau keluarnya Dajal, kata beliau :
أَنَّ خُرُوجَ الدَّجَّالِ أَوَّلُ الْآيَاتِ الْعِظَامِ
“bahwa keluarnya Dajal adalah tanda kiamat besar yang pertama”.

Kemudian dilanjutkan dengan turunnya Nabi Isa ‘alaihi wa Salaam dan keluarnya Ya`juuj dan Ma`juuj. Urutan keluarnya Dajal, lalu Nabi Isa, lalu Ya`juuj dan Ma`juuj telah diketahui dari konteks berita-berita terkait fitnah Dajal sebagaimana dalam hadits-hadits shahih yang membicarakannya.

Urutan berikutnya yang ke-empat, kelima dan keenam adalah khusuuf yakni bergoncang bumi, lalu tanahnya amblas kebawah membentuk lubang. Khusf ini terjadi Timur, di Barat dan di Jazirah Arab. Barangkali urutan ini melihat konteks hadits Muslim diatas ketika menyebutkan keluarnya Ya`juuj dan Ma`juuj :
وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ
“Ya`juuj Ma`juuj, tiga khusuuf : khusf di Timur, di Barat dan di Jazirah Arab”.

Urutan yang ketujuh adalah ad-Dukhoon (asap), tanda kiamat ini telah diisyaratkan dalam Al Qur’an :
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ (10) يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (11) رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ (12) أَنَّى لَهُمُ الذِّكْرَى وَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مُبِينٌ (13)
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman”. Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan (QS. Ad-Dukhoon : 10-13).

Para ulama berselisih pendapat apa yang dimaksud dengan ad-Dukhoon pada ayat tersebut, sebagian mengatakan itu terjadi pada suku Quraisy ketika Nabi berdoa agar mereka ditimpakan kelaparan sebagaimana yang ditimpakan kepada kaum Nabi Yusuf, tatkala Quraisy menolak dakwah Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam. Sebagian lagi mengatakan bahwa itu adalah ad-Dukhoon yang nanti terjadi pada hari kiamat, serta sebagian lagi mengkompromikannya bahwa ada dua dhukhoon, Dukhon pertama yang menimpa Quraisy dan yang kedua adalah Dukhon yang sebenarnya yang nanti akan terjadi sebagai tanda kiamat besar. Untuk penjelasan lebih lanjut dapat merujuk kepada kitab-kitab tafsir.

Tanda yang kedelapan adalah terbitnya Matahari dari sebelah Barat. Tanda ini telah diisyaratkan dalam Surat Al-An’aam ayat 158, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah Rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :
لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ مِنْ مَغْرِبِهَا آمَنَ النَّاسُ كُلُّهُمْ أجْمَعُونَ فَيَوْمَئِذٍ {لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا} [الأنعام: 158]
“tidak terjadi kiamat, hingga Matahari terbit dari sebelah Barat, jika ia telah terbit dari sebelah Barat, maka seluruh manusia beriman, namun pada hari itu :
{ Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya }.

Tanda yang kesembilan adalah keluarnya Daabah. Barangkali urutan terjadinya setelah terbitnya Matahari dari sebelah barat, berdasarkan konteks hadits Abdullah bin ‘Amr Rodhiyallahu ‘anhumaa bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :
إِنَّ أَوَّلَ الآيَاتِ خُرُوجاً، طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحىً
“sesungguhnya tanda kiamat besar yang pertama terjadi adalah terbitnya Matahari dari sebelah Barat dan keluarnya Daabah kepada manusia pada waktu Dhuha”. (HR. Muslim).
Oleh sebab itu, hadits ini mengisyaratkan bahwa keluarnya Daabah waktunya berurutan setelah terbitnya Matahari, sekitar waktu Dhuha.

Keluarnya Daabah ini telah diisyaratkan didalam surat An Naml ayat 82 :
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.

Kemudian tanda yang terakhir adalah api yang akan menggiring manusia ke sebuah padang yang luar, api ini muncul dari Yaman. Terkait bahwa ini adalah tanda yang terakhir bagi kiamat besar, para ulama yang menuliskan tentang tanda-tanda kiamat tidak berselisih pendapat dan hal tersebut dipertegas oleh hadits Muslim diatas :
وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ، تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ
“dan tanda yang paling akhir adalah api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke makhsyar mereka”.

Terkait tanda kiamat besar ini, maka terjadinya memang secara berurutan satu tanda kemudian disusul tanda lain, sampai kemudian terjadi kiamat besar, sebagaimana diisyaratkan dalam dua hadits berikut:
الْآيَاتُ خَرَزَاتٌ مَنْظُومَاتٌ فِي سِلْكٍ، فَإِنْ يُقْطَعِ السِّلْكُ يَتْبَعْ بَعْضُهَا بَعْضًا
“Tanda kiamat besar itu seperti marjan yang disulam dengan benang, jika benangnya putus, maka marjan tersebut akan lepas satu persatu” (HR. Ahmad dari Ibnu ‘Amr Rodhiyallahu ‘anhumaa, dishahihkan Ahmad Syakir dan al-Albani).

خُرُوجُ الْآيَاتِ بَعْضِهَا عَلَى إِثْرِ بَعْضٍ، يَتَتَابَعْنَ كَمَا تَتَتَابَعُ الْخَرَزُ فِي النِّظَامِ
“munculnya tanda kiamat besar sebagian disambung dengan sebagiannya lainnya, berurutan sebagaimana berurutannya marjan dalam sulaman benang” (HR. Thabarani dalam Ausath dari Abi Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu, dishahihkan al-Albani).

Kemudian tidak tertutup kemungkinan juga bahwa diantara terjadinya tanda-tanda kiamat yang besar tersebut bisa diselingi oleh adanya tanda kiamat yang kecil, seperti kerusakan-kerusakan yang terjadi pada manusia sebagai tanda kiamat yang kecil. Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: