May 10, 2018 at 2:08 pm | Posted in Tulisan Lainnya | Leave a comment

DUA POINT UNTUK MEMPERKUAT KEISTIQOMAHAN

Allah Subhanahu wa ta’ala menyebutkan dua hal dalam Ayat-Nya, setelah memerintahkan Nabi-Nya yang mencakup umatnya juga untuk istiqomah :
فَاسْتَقِمْ كَمَاۤ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
fastaqim kamaaa umirta wa man taaba ma’aka wa laa tathghou, innahuu bimaa ta’maluuna bashiir
“Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud 11: Ayat 112)
* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Dua hal tersebut adalah :
1. Senantiasa bertaubat; dan
2. Tidak melampau batas.

Karena penyebab seorang gagal dalam istiqomahnya adalah ketika tidak segera bertaubat dari kemaksiatannya dan terus-menerus berbuat maksiat.

Al-Imam Ibnu ‘Athiyyah rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan :
والخطاب بهذه الآية للنبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه الذين تابوا من الكفر، ولسائر أمته بالمعنى
“Yang diajak bicara dalam ayat ini adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, para sahabatnya yang telah bertaubat dari kekafiran dan seluruh umatnya secara makna”.

Kemudian beliau rahimahullah menjelaskan makna “janganlah kalian melampaui batas” :
ولا تَطْغَوْا معناه: ولا تتجاوزوا حدود الله تعالى
“Maknanya adalah jangan melanggar batasan-batasan larangan Allah”.

Adapun Imam ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan 3 makna untuk maksud “janganlah kalian melampaui batas” :
وَلا تَطْغَوْا فيه ثلاثة أقوال: أحدها: لا تطغوا في القرآن، فتحلّوا وتحرّموا ما لم آمركم به، قاله ابن عباس. والثاني: لا تعصوا ربكم ولا تخالفوه، قاله ابن زيد. والثالث: لا تخلطوا التوحيد بشك، قاله مقاتل.
1. Janganlah melampaui batas dalam Al Qur’an dengan menghalalkan dan mengharamkan yang tidak diperintahkan kepada kalian, ini pendapatnya Ibnu Abbas radhiyallahu anhu;
2. Jangan bermaksiat dan menyelisihi Rabb kalian, ini pendapat Ibnu Zaid;
3. Jangan mencampuradukkan tauhid dengan keraguan, ini pendapat Muqaatil.

Imam Qurthubi rahimahullah memberikan tambahan makna kalimat diatas :
وَقِيلَ: أَيْ لَا تَتَجَبَّرُوا عَلَى أَحَدٍ.
“Janganlah kalian sombong terhadap siapapun”.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: