APA LAFADZ TA’AWUD YANG PALING UTAMA?

January 16, 2017 at 3:45 pm | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

APA LAFADZ TA’AWUD YANG PALING UTAMA?

 

Imam Abu Ishaq Ahmad bin Muhammad bin Ibrohim yang lebih dikenal dengan nama Ats-Tsa’labiy (w. 427 H) dalam kitab tafsirnya yang berjudul “Al-Kasyaaf wa Al-Bayaan ‘an Tafsiir Al-Qur’an” mengatakan bahwa lafadz Ta’awudz yang paling utama adalah :

أعُوذُ بِاللهِ مِن الشَّيطانِ الرَّجِيم

“aku memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk”.

 

Alasan beliau mengatakan lafadz ta’awudz diatas sebagai yang paling utama adalah yang pertama, hal tersebut ternashkan didalam Al Qur’an –yakni Allah Subhanahu wa Ta’alaa Berfirman – : Continue Reading APA LAFADZ TA’AWUD YANG PALING UTAMA?…

Advertisements

HADITS-HADITS TENTANG KEUTAMAAN AL QUR’AN

January 8, 2017 at 3:29 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

HADITS-HADITS TENTANG KEUTAMAAN AL QUR’AN

 

Imam Suyuthi (w. 911 H) dalam kitabnya Tadribur Rowiy, yakni sebuah tulisan dalam bidang ilmu mustholah hadits, menulis suatu pembahasan yang sangat bagus ketika men-syarah pasal terkait hadits palsu. Beliau menurunkan pembahasan tentang hadits-hadits keutamaan surat-surat dalam Al Qur’an.

 

Pada awal pembahasan beliau menceritakan pengalaman salah seorang ulama hadits yang bernama Al-Muammil bin Ismail yang mengadakan perjalanan untuk memverifikasi hadits-hadits tentang keutamaan surat-surat dalam Al Qur’an yang dinisbatkan kepada Ubay bin Ka’ab Rodhiyallahu ‘anhu. Beliau bertemu para perowi yang meriwayatkan hadits tersebut, kemudian bertanya kepada perowi tersebut siapa yang meriwayatkan kepadanya hadits tersebut, lalu dijawab dan ditunjukkan seorang syaikh di kota Madain, kemudian beliau temui, lalu ditanya dengan pertanyaan serupa, dijawab lagi dari seorang syaikh di wasith, begitu seterusnya sampai beliau ditunjukkan kepada seorang syaikh di kota Baghdad, beliau kemudian segera menemuinya dan masuk kedalam majelisnya yang diadakan di rumahnya, disana sedang bermajelis beberapa orang sufi, kemudian Al-Muammil pun bertanya kepada Syaikh tersebut :

يَا شَيْخُ مَنْ حَدَّثَكَ؟ فَقَالَ لَمْ يُحَدِّثْنِي أَحَدٌ، وَلَكِنَّا رَأَيْنَا النَّاسَ قَدْ رَغِبُوا، عَنِ الْقُرْآنِ، فَوَضَعْنَا لَهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ ; لِيَصْرِفُوا قُلُوبَهُمْ إِلَى الْقُرْآنِ.

“wahai Syaikh siapakah yang menceritakan hadits tersebut kepadamu?, beliau menjawab, “tidak ada seorang pun yang menceritakannya kepadaku, namun aku melihat orang-orang berpaling dari Al Qur’an, maka aku membuat hadits-hadits (tentang keutamaan tersebut), agar mereka mau kembali mempelajari Al Qur’an”.

Continue Reading HADITS-HADITS TENTANG KEUTAMAAN AL QUR’AN…

KAJIAN ISIM ISYARAH PADA AYAT KE-2 SURAT AL BAQOROH

December 17, 2016 at 2:45 pm | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

KAJIAN ISIM ISYARAH PADA AYAT KE-2 SURAT AL BAQOROH

 

Allah Ta’aalaa berfirman dalam surat Al Baqoroh ayat ke-2 :

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

 Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”.

 

Dalam ayat diatas terdapat kata “dzaalika”, dimana ini adalah masuk kedalam pembahasan Isim Isyaroh (kata tunjuk) dalam bahasa arab. “ذَلِكَ” (Dzaalika / itu) untuk menunjukkan sesuatu yang jauh pada obyek Mudzakar (laki-laki / dihukumi laki-laki), yang mufrod (dalam bentuk tunggal). Adapun jika ingin menggunakan isim isyarah untuk menunjukkan sesuatu yang dekat pada obyek Mudzakar yang mufrod, maka digunakan kata “هَذَا” (Hadzaa / artinya ini).

Continue Reading KAJIAN ISIM ISYARAH PADA AYAT KE-2 SURAT AL BAQOROH…

BENARKAH ABDULLAH BIN MAS’UD MENENTANG PENYATUAN MUSHAF PADA MASA UTSMAN BIN AFFAN

November 26, 2016 at 11:09 pm | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

BENARKAH ABDULLAH BIN MAS’UD MENENTANG PENYATUAN MUSHAF PADA MASA UTSMAN BIN AFFAN?

Salah satu upaya Amirul Mukminin Utsman bin Affan radhiyallahu anhu yang kemudian diabadikan dalam sejarah adalah menyatukan Mushaf Al Qur’an diatas satu bacaan yakni dengan dialek bahasa Quraisy, karena Al Qur’an turun dalam dalam dialek bahasa mereka. Utsman radhiyallahu anhu membentuk panitia penyalinan Al Qur’an yang sebelumnya pernah dikumpulkan pada zaman Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu. Panitia tersebut terdiri dari 4 orang yakni Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu dari suku Anshar, dan Abdullah bin Zubair, Said bin Al ‘Ash, serta Abdur Rahman bin Al Harits bin Hisyam radhiyallahu anhum, tiga terakhir dari suku Quraisy. Setelah tim tersebut berhasil menyalin mushaf tersebut menjadi beberapa eksemplar, lalu Utsman radhiyallahu anhu mengirimkan salinan mushaf tersebut ke beberapa daerah agar dijadikan master bagi masing-masing penduduknya. Adapun mushaf-mushaf yang telah beredar sebelum ini, selain mushaf induk tersebut, Utsman radhiyallahu anhu memerintahkannya untuk membakarnya, agar terjadi satu kesatuan bacaan kaum Muslimin yang dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan diantara mereka (Pengantar Studi Ulumul Qur’an, Manna’ Al Qaththan).

Pada awalnya Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkeberatan dengan kebijakan penyatuan mushaf tersebut, karena beliau memiliki mushaf tersendiri yang beliau dapatkan langsung dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salaam. Imam Ibnu Abi Dawud dalam kitabnya “Al-Mashoohif” mencatat dengan sanadnya keberatan Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu tersebut, misalnya Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu mengatakan : Continue Reading BENARKAH ABDULLAH BIN MAS’UD MENENTANG PENYATUAN MUSHAF PADA MASA UTSMAN BIN AFFAN…

ILMU MUNASABAH

November 19, 2016 at 4:01 pm | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

ILMU MUNASABAH

 

Sebagaimana kita ketahui bahwa Al Qur’an datang sampai kepada kita dengan urutan surat dan ayat yang semuanya standar dari zaman sahabat sampai kepada kita pada zaman ini. Namun sebagaimana diketahui, khususnya bagi orang-orang yang mendalami Ulumul Qur’an, bahwa turunnya ayat atau surat dalam Al Qur’an tidaklah sama persis dengan urutan yang ada pada mushaf. Contoh yang jelas adalah ayat ke-1 sampai ke-5 surat Al ‘Alaq adalah 5 ayat yang dikatakan oleh sebagian ulama sebagai ayat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam, namun kalau kita melihat mushaf Al Qur’an, surat Al ‘Alaq berada pada urutan ke-96.

Continue Reading ILMU MUNASABAH…

NAMA-NAMA SURAT DALAM AL QUR’AN

November 19, 2016 at 4:00 pm | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

NAMA-NAMA SURAT DALAM AL QUR’AN

 

Terdapat pembahasan para ulama tentang pemberian nama-nama surat dalam Al Qur’an, apakah pemberian tersebut berasal dari wahyu? Ataukah hasil ijtihad dari sebagian ulama (sahabat Nabi)?. Asy-Syaikh M. Sholih al-Munajid telah membahas pertanyaan tersebut dalam website yang diasuh beliau di link berikut : https://islamqa.info/ar/131664

Continue Reading NAMA-NAMA SURAT DALAM AL QUR’AN…

APA PENYEBAB HABIL DAN QOBIL BERLOMBA UNTUK BERKURBAN

September 6, 2016 at 3:48 pm | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment
APA PENYEBAB HABIL DAN QOBIL BERLOMBA UNTUK BERKURBAN
 
Dalam Al Qur’an, Allah Ta’aalaa menyebutkan tentang kisah 2 anak Nabi Adam -‘Alaihi Salam- yakni Habil dan Qobil. Firmannya :
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”(QS. Al Maidah ayat 27).
 
Kira-kira apa yang menyebabkan keduanya berlomba untuk mempersembah kurban kepada Allah Ta’aalaa. Imam Ibnul Jauzi dalam kitab tafsirnya yang berjudul “Zaadul Masiir fii ‘Ilmi Tafsiir” menjelaskan ada 2 pendapat tentang sebab alasan yang melatarbelakangi mereka berdua berkurban :
 

Continue Reading APA PENYEBAB HABIL DAN QOBIL BERLOMBA UNTUK BERKURBAN…

BENARKAH SEMUT BERPERILAKU BURUK?

September 3, 2016 at 5:45 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

BENARKAH SEMUT BERPERILAKU BURUK?

 

Prof. M. Quraish Shihab dalam bukunya “lentera Al Qur’an” mengatakan :

“tiga binatang kecil menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur’an, yaitu al-Naml (semut), Al-‘Ankabut (laba-laba), dan Al-Nahl (lebah). Semut menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa henti-hentinya. Konon, binatang kecil ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun sedangkan usianya tidak lebih dari satu tahun. Kelobaannya sedemikian besar sehingga ia berusaha –dan seringkali berhasil-memikul sesuatu yang lebih besar daripada badannya, meskipun sesuatu tersebut tidak berguna baginya….

Sikap hidup manusia seringkali diibaratkan dengan berbagai jenis binatang. Jelas ada manusia yang “berbudaya semut”, yaitu menghimpun dan menumpuk ilmu (tanpa mengolahnya) dan materi (tanpa disesuaikan dengan kebutuhannya). Budaya semut adalah “budaya menunmpuk” yang disuburkan oleh “budaya mumpung”. Tidak sedikit problem masyarakat yang bersumber dari budaya tersebut. Pemborosan adalah anak kandung budaya ini yang mengundang hadirnya benda-benda baru yang tidak dibutuhkan dan tersingkirnya benda-benda lama yang masih cukup indah untuk dipandang dan bermanfaat untuk digunakan. Dapat dipastikan bahwa dalam masyarakat kita banyak sekali semut yang berkeliaran” –selesai- (hal. 90 – 91, penerbit Mizan Pustaka). Continue Reading BENARKAH SEMUT BERPERILAKU BURUK?…

PUASA DALAM AL QUR’AN

June 2, 2016 at 11:39 pm | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

PUASA DALAM AL QUR’AN[1]

 

Allah –Subhanahu wa Ta’aalaa- mewajibkan puasa kepada umat ini sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, sebagai sebuah bentuk ketaatan kepada Rabb mereka dan menjaga diri dari dosa dan maksiat. Allah –Subhanahu wa Ta’aalaa- berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasasebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqoroh : 183).

Ibadah puasa baik yang wajib maupun yang sunnah memiliki keutamaan yang besar disisi Allah –Azza wa Jallaa-, sebagaimana dijelaskan dalam sunah shahihah dari Sahl bin Sa’ad as-Saa’adiy -Rodhiyallahu ‘anhu- bahwa Nabi -Sholallahu ‘alaihi wa Salam- bersabda :

إِنَّ فِي الجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُومُونَ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut dengan ar-Royyaan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat, tidak ada yang memasukinya, kecuali orang yang berpuasa. Ada yang berkata : “dimana orang-orang yang berpuasa?”, maka mereka berdiri, tidak ada seorang pun yang memasukinya, selain mereka, jika mereka sudah masuk, maka pintu itu tertutup, dan tidak ada seorang pun yang bias masuk kedalamnya” (Muttafaqun ‘alaih). Continue Reading PUASA DALAM AL QUR’AN…

TAFSIR IBNU ABBAS -Rodhiyallahu ‘anhu-

May 5, 2016 at 3:18 am | Posted in AL QUR'AN | Leave a comment

TAFSIR IBNU ABBAS -Rodhiyallahu ‘anhu-

 

Dikalangan pemerhati tafsir, ada sebuah kitab tafsir yang banyak dibicarakan, yakni sebuah kitab yang dinisbatkan kepada seorang sahabat mulia yang dijuluki sebagai Turjumul Qur’an yang merupakan maha guru dari ulama ahli tafsir pada zamannya. Bagaimana tidak beliau adalah salah seorang sahabat yang langsung didoakan oleh Rasulullah -Sholallahu ‘alaihi wa Salam- agar diberikan kepahaman dalam menafsirkan Al Qur’an. Nabi pernah berdoa untuk Abdullah bin Abbas -Rodhiyallahu ‘anhu- : Continue Reading TAFSIR IBNU ABBAS -Rodhiyallahu ‘anhu-…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: