APAKAH SALAFY HIZBI?

June 22, 2018 at 12:00 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

APAKAH SALAFY HIZBI?

ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ – ﻭﻓﻘﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ – ﻧﺴﻤﻊ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻻﻧﺘﺴﺎﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻠﻒ ، ﻭﻳَﻌﺪ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ
ﺣﺰﺏ ﻣﻦ ﺍﻷﺣﺰﺍﺏ ﺍﻟﻘﺎﺋﻤﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺍﻟﺤﺎﻟﻲ، ﻓﻤﺎ ﺭﺃﻳﻜﻢ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻜﻼﻡ؟
Moderator : kami mendengar sebagian orang mengatakan, “tidak boleh menisbatkan kepada salaf, dan mereka anggap salafiyyah adalah kelompok dari kelompok yang ada pada waktu sekarang”, maka bagaimana pendapat antum dengan ucapan tersebut?

Continue Reading APAKAH SALAFY HIZBI?…

Advertisements

TINGKATAN DERAJAT PARA WALI

June 17, 2018 at 11:56 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

TINGKATAN DERAJAT PARA WALI

Allah Subhanahu wa Ta’ala membagi para wali-Nya menjadi dua bagian :
1. Orang yang diri kepada-Nya dengan melakukan apa-apa yang fardhu, dan ini mencakup melaksanakan apa-apa yang wajib dan meninggalkan apa-apa yang haram;
2. Orang yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal-amal lebih dari yang fardhu tadi, yaitu dengan amal-amal sunnah.

Continue Reading TINGKATAN DERAJAT PARA WALI…

DHABITH MENGENALI SYIRIK KECIL

May 7, 2018 at 4:14 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

DHABITH MENGENALI SYIRIK KECIL

 

Diterjemahkan oleh : Abu Sa’id Neno Triyono

 

Al-‘Alamah Muhammad bin Sholih al-Utsaimin Rahimahullah dalam kitabnya “Majmuu’ Fataawaa wa Rasaa`il ibnu Utsaimin” (IX/161-162) :

“para ulama berbeda pendapat dalam menentukan batasan syrik kecil, menjadi dua pendapat :

  1. Syirik kecil adalah segala sesuatu yang dimutlakkan oleh syariat sebagai syirik, namun nash-nash menunjukkan bahwa ia bukanlah termasuk akbar, misal hadits :

Continue Reading DHABITH MENGENALI SYIRIK KECIL…

HUKUM SUJUD KEPADA PENGHUNI KUBUR

May 5, 2018 at 9:26 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

HUKUM SUJUD KEPADA PENGHUNI KUBUR

 

Tatkala Shohabi Jaliil Mu’adz bin Jabal Rodhiyallahu ‘anhu baru pulang dari Yaman, tiba-tiba beliau bersujud kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam ketika masuk menemuinya, maka Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam pun heran dengan kelakuan sahabatnya tersebut, setelah Mu’adz Rodhiyallahu ‘anhu menerangkan alasannya melakukan hal tersebut, maka Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda kepadanya :

فَلَا تَفْعَلُوا، فَإِنِّي لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللَّهِ، لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا Continue Reading HUKUM SUJUD KEPADA PENGHUNI KUBUR…

PENGERTIAN SALAF SECARA BAHASA

January 4, 2018 at 4:43 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

PENGERTIAN SALAF SECARA BAHASA

 

Salaf secara bahasa dikatakan oleh Imam Ahmad bin Faaris (w. 395 H) Rahimahullah dalam kitabnya “معجم مقاييس اللغة” adalah :

السِّينُ وَاللَّامُ وَالْفَاءُ أَصْلٌ يَدُلُّ عَلَى تَقَدُّمٍ وَسَبْقٍ. مِنْ ذَلِكَ السَّلَفُ: الَّذِينَ مَضَوْا. وَالْقَوْمُ السُّلَّافُ: الْمُتَقَدِّمُونَ

“terdiri dari huruf siin, laam dan faa yang pada asalnya menunjukkan atas makna terdahulu dan sebelumnya”. oleh karenanya as-Salaf adalah mereka-mereka yang telah berlalu. Al-Qoum as-Sullaaf adalah mereka para al-Mutaqoddimuun (para pendahulu)”.[1]

Continue Reading PENGERTIAN SALAF SECARA BAHASA…

PERTAHANKAN DIRIMU TETAP SEBAGAI AHLI SUNNAH

October 22, 2017 at 2:45 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

PERTAHANKAN DIRIMU TETAP SEBAGAI AHLI SUNNAH

 

Seseorang ketika jelas posisinya membela sunnah Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam dan jamaah kaum muslimin, menerangkan posisinya yang memberikan loyalitas kepada ahli sunnah dan para ulamanya, dimulai dari Para Sahabat Rodhiyallahu ‘anhum, kemudian juga kepada Aimah setelahnya, mencintai para sahabat dan para ulama kaum Muslimin secara umum, dan membela manhaj ahli sunnah, maka ia adalah seorang suniy, pengikut ahli sunnah. Orang-orang semacam ini tidak boleh kita sembarangan mengeluarkan dari cakupan ahli sunnah, karena mengeluarkan seseorang dari ahli sunnah adalah berat. Imam Ahmad berkata :

إِخْرَاجُ النَّاسِ مِنَ السُّنَّةِ شَدِيدٌ

“mengeluarkan manusia dari sunnah itu berat” (atsar ini diriwayatkan oleh Imam Abu Bakar Kholal dalam kitabnya “as-Sunah” (no. 513) dengan sanad shahih).

Continue Reading PERTAHANKAN DIRIMU TETAP SEBAGAI AHLI SUNNAH…

PARA PENGABDI KUBUR

October 19, 2017 at 11:30 pm | Posted in Aqidah | Leave a comment

PARA PENGABDI KUBUR

 

Imam Ibnu Abi Izzi (w. 792 H) dalam kitabnya “Syarah Akidah ath-Thahawiyyah” (1/29, cet. Muasasah ar-Risaalah) telah menjelaskan modus klasik pada ‘Ubaadul Qubur, beliau berkata :

وَلَمْ يَكُونُوا يَعْتَقِدُونَ فِي الْأَصْنَامِ أَنَّهَا مُشَارِكَةٌ لِلَّهِ فِي خَلْقِ الْعَالَمِ، بَلْ كَانَ حَالُهُمْ فِيهَا كَحَالِ أَمْثَالِهِمْ مِنْ مُشْرِكِي الْأُمَمِ مِنَ الْهِنْدِ وَالتُّرْكِ وَالْبَرْبَرِ وَغَيْرِهِمْ، تَارَةً يَعْتَقِدُونَ أَنَّ هَذِهِ تَمَاثِيلُ قَوْمٍ صَالِحِينَ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالصَّالِحِينَ، وَيَتَّخِذُونَهُمْ شُفَعَاءَ، وَيَتَوَسَّلُونَ بِهِمْ إِلَى اللَّهِ، وَهَذَا كَانَ أَصْلَ شِرْكِ الْعَرَبِ، قَالَ تَعَالَى حِكَايَةً عَنْ قَوْمِ نُوحٍ: {وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا}. وَقَدْ ثَبَتَ فِي صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ، وَكُتُبِ التَّفْسِيرِ، وَقَصَصِ الْأَنْبِيَاءِ وَغَيْرِهَا، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، وَغَيْرِهِ مِنَ السَّلَفِ، أَنَّ هَذِهِ أَسْمَاءُ قَوْمٍ صَالِحِينَ فِي قَوْمِ نُوحٍ، فَلَمَّا مَاتُوا عَكَفُوا عَلَى قُبُورِهِمْ، ثُمَّ صَوَّرُوا تَمَاثِيلَهُمْ، ثُمَّ طَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَعَبَدُوهُمْ،

“mereka tidak pernah sama sekali memiliki keyakinan bahwa berhala-berhala tersebut adalah sekutu Allah dalam penciptaan alam semesta, namun kondisi mereka adalah seperti kondisi kaum musyrikin yang ada pada umat ini dari kalangan penduduk India, Turki, Barbar dan selainnya. Mereka meyakini bahwa berhala-berhala tersebut adalah orang-orang sholih dari kalangan para Nabi atau orang sholih, lalu mereka menjadikannya sebagai syafaat yang mereka bertawasul dengannya kepada Allah, ini adalah asal-muasal kesyirikan orang Arab. Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman tentang kondisi kaum Nuh : Continue Reading PARA PENGABDI KUBUR…

Bab 5 Tentang Riya dan Sum’ah

October 15, 2017 at 12:06 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

TA’LIQ ‘ALAA MATAN AL-KABAIR

Bab 5 Tentang Riya dan Sum’ah

 

Imam Muhammad bin Abdul Wahab berkata :

وقول الله تعالى: {فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا}

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya” (QS. Al Kahfi : 110).

***

 

Ta’liqiy :

Imam al-Hakim meriwayatkan asbabun nuzul untuk ayat diatas dalam kitabnya “al-Mustadrok” (no. 2527, cet. DKI) dengan sanadnya sampai kepada Abdullah bin Abbas radhiyyallahu anhu beliau berkata :

قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي أَقِفُ الْمَوْقِفَ أُرِيدُ وَجْهَ اللَّهِ، وَأُرِيدُ أَنْ يُرَىَ مَوْطِنِي، فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا حَتَّى نَزَلَتْ {فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ، فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا، وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا} [الكهف: 110]

“seorang laki-laki berkata : “wahai Rasulullah sesungguhnya aku bersikap dengan sikap ini menginginkan wajah Allah dan menginginkan juga agar dilihat kedudukanku (bagaimana ini?)”, Beliau tidak menjawab sedikit pun sampai turun Al Kahfi 110”.

Imam al-Hakim setelah meriwayatkan hadits diatas beliau berkata : “hadits ini shahih atas syarat Bukhori-Muslim, namun mereka berdua tidak meriwayatkannya”. Pernyataan beliau ini disetujui oleh Imam adz-Dzahabi dalam “at-Talkhiish”.

Continue Reading Bab 5 Tentang Riya dan Sum’ah…

YAHUDI DAN NASRANI YANG TIDAK BERIMAN SETELAH DIUTUSNYA RASULULLAH DIHUKUMI KAFIR

October 14, 2017 at 9:38 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

YAHUDI DAN NASRANI YANG TIDAK BERIMAN SETELAH DIUTUSNYA RASULULLAH DIHUKUMI KAFIR

 

Imam Suyuthi dalam kitabnya “al-Luma’ fii Asbaabi Wuruud al-Hadits” (hal. 89-90, cet. Daarul Fikr) menyebutkan sebuah kisah yang melatarbelakangi sebuah hadits yang mayshur, asbabul wurudnya kata beliau diriwayatkan dalam kitab “al-Afrood” karya Imam Daruquthni dari jalan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu :

يا رسول الله رأيت رجلا من النصاري متمسكا بالانجيل ورجلا من اليهود متمسكا بالتوراة يؤمن بالله ورسوله، ثم لم يتبعك قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” من سمع بي من يهودي أو نصراني ثم لم يتبعني فهو في النار “

“wahai Rasulullah aku melihat seorang Nasrani yang berpegang dengan Injil dan seorang Yahudi yang berpegang dengan Taurat, mereka berdua beriman kepada Allah dan Nabinya masing-masing, namun tidak mau mengikutimu (maka bagaimana statusnya?, pent.). Rasulullah shalallahu alaihi wa Sallam menjawab :

“barangsiapa yang mendengarku baik dari kalangan Yahudi atau Nasrani, kemudian mereka tidak mengikutiku, maka ia adalah penghuni neraka”. Continue Reading YAHUDI DAN NASRANI YANG TIDAK BERIMAN SETELAH DIUTUSNYA RASULULLAH DIHUKUMI KAFIR…

ASAL KATA LAFDHUL JALALAH

January 28, 2017 at 2:32 am | Posted in Aqidah | Leave a comment

ASAL KATA LAFDHUL JALALAH

 

Para ulama ketika menafsirkan perkataan “اللَّهُ” (Allah) menurut tinjauan bahasa, yakni dari apakah dia isim Jaamid atau isim musytaq?. Isim jamid adalah isim yang tidak terbentuk dari kata lain, sedangan isim mustaq adalah isim yang terbentuk dari kata lain. Sebagian ulama mengatakan bahwa Allah adalah isim Jaamid, Imam Ibnu Katsir menukil dari Imam Qurthubi, daftar nama-nama ulama yang berpendapat bahwa lafadz Allah adalah isim Jamid, yaitu Imam Syafi’i, Al-Khothobiy, Imamul Haromain, Al-Ghozali, dan selainnya. Imam Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa Fakhruddin Ar-Razi termasuk ulama yang berpendapat seperti itu.

Continue Reading ASAL KATA LAFDHUL JALALAH…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: