TAKHRIJ HADITS MENIKAH SETENGAH AGAMA

March 24, 2017 at 5:51 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

TAKHRIJ HADITS MENIKAH SETENGAH AGAMA

 

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدْ كَمُلَ نِصْفُ الدِّينِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي

“Jika seorang menikah, maka telah memenuhi setengah agamanya, sehingga bertakwalah pada separuh lagi sisanya”.

 

Takhrij Hadits :

 

Berdasarkan penelusuran kami, hadits diatas hanya diriwayatkan oleh satu orang sahabat, yakni berasal dari riwayat Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu. Berdasarkan data takhrij hadits yang kami dapatkan bahwa yang meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu ada 3 jalan :

  1. Yazid Ar-Ruqosy dari Anas Rodhiyallahu ‘anhu.

Haditsnya diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam “Syu’abul Iman (no. 5100, cet. Maktabah Ar-Rusyd)”, dan Imam Ath-Thabrani dalam “Mu’jam Al-Ausath (no. 7647 & 8794).

Yaziid bin Abaan Ar-Ruqosy (w. Sebelum 120 H), didhoifkan oleh mayoritas ulama, Al Hafidz dalam “At-Taqriib” menilainya, (perowi) dhoif tapi ahli zuhud.

  1. Abdur Rokhman bin Zaid dari Anas Rodhiyallahu ‘anhu.

Haditsnya diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim dalam “Al-Mustadrok (no. 2681)”, dan  Imam Baihaqi dalam “Syu’abul Iman (no. 5101)”. Dengan lafadz :

مَنْ رَزَقَهُ اللَّهُ امْرَأَةً صَالِحَةً، فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِينِهِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي الشَّطْرِ الثَّانِي

“Barangsiapa yang Allah berikan rizki berupa wanita sholehah, maka Allah telah menolong separuh agamanya, sehingga hendaknya ia bertakwa pada separuh yang kedua”.

Kedua Imam diatas meriwayatkan dengan jalannya sampai kepada ‘Amr bin Abi Salamah At-Tunisiy, dari Zuhair bin Muhammad, dari Abdur Rokhman bin Zaid, dari Anas Rodhiyallahu ‘anhu.

Amr bin Abi Salamah ditsiqohkan oleh sekelompok ulama menurut Imam Adz-Dzahabi; Zuhair bin Muhammad dinilai oleh Imam Adz-Dzahabi “tsiqoh (membawakan) hadits ghorib, terkadang datang dengan riwayat hadits yang diingkari”; sedangkan Abdur Rokman bin Zaid, belum jelas siapa yang dimaksud, jika itu Abdur Rokhman bin Zaid bin Aslam, sebagai dicantumkan oleh Imam Al-Mizzi, diantara deretan gurunya Zuhair, maka ia adalah perowi yang dhoif dan seorang Tabi’it Tabi’in pertengahan, yang otomatis menunjukkan sanad ini terputus, namun jika itu bukan beliau, maka kami belum mendapatkan siapa Abdur Rokhman bin Zaid ini. Berdasarkan hal ini maka sanad hadits ini adalah dhoif. Continue Reading TAKHRIJ HADITS MENIKAH SETENGAH AGAMA…

Pintu Taubat Selalu Terbuka

February 22, 2017 at 5:00 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

Pintu Taubat Selalu Terbuka

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺒْﺴُﻂُ ﻳَﺪَﻩُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻟِﻴَﺘُﻮْﺏَ ﻣُﺴِﻴﺊُ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﻳَﺒْﺴُﻂُ ﻳَﺪَﻩُ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻟِﻴَﺘُﻮْﺏَ ﻣُﺴِﻴﺊُ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻠُﻊَ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻣِﻦْ ﻣَﻐْﺮِﺑِﻬَﺎ .
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu membuka tanganNya di waktu malam untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan di siang hari, dan Allah membuka tanganNya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan di malam hari. Begitulah, hingga matahari terbit dari barat” (HR. MUSLIM)

*FAWAID :*
1. pintu taubat senantiasa terbuka setiap saat.
2. Luasnya Rahmat dan karunia Allah kepada kita semuanya, dengan diampunkannya segala dosa dan kesalahan kita.
3. Motivasi bagi setiap pribadi muslim agar jangan berputus asa terhadap Rahmat Allah, masih ada kesempatan memperbaiki diri, selama hayat dikandung badan.
4. Pintu taubat tertutup secara umum ketika matahari terbit dari sebelah barat.

SEKILAS TENTANG KITAB ASY-SYAMAIL AL-MUHAMMADIYYAH

January 29, 2017 at 2:37 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

SEKILAS TENTANG KITAB ASY-SYAMAIL AL-MUHAMMADIYYAH

Umat Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa Salaam tentu harus mengenal lebih dekat dengan Nabinya tersebut. Diantara kitab yang sangat layak untuk dipelajari adalah kitab Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah karya Imam Tirmidzi, salah seorang ulama hadits kenamaan yang karyanya dalam bidang hadits yang dikenal dengan nama Sunan Tirmidzi menjadi kitab induk hadits yang selayaknya dipelajari oleh seorang Muslim.

Kitab Asy-Syamail Al-Muhammadiyyah terdiri dari 56 bab dan berupa hadits-hadits yang bersanad yang jumlahnya sebanyak 417 buah. Membahas mulai dari fisik Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, pakaian, sepatu, cara berjalan, cara makan, cara tidur, ibadah dan akhlak-akhlak luhur Beliau lainnya. Kemudian Imam Tirmidzi menutup kitabnya dengan sebuah bab yang berjudul, mimpi melihat Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam, seolah-olah Imam Tirmidzi mengisyaratkan ketika seseorang mempelejari, membahas dan meresapi kitab ini, maka kerinduannya akan memuncak ingin bertemu dengan Beliau dan bagi orang-orang yang tidak sezaman dengan beliau, setidak-tidaknya di dunia ini, bisa bermimpi berjumpa dengan Beliau dengan sifat dan ciri-ciri yang sesungguhnya sebagaimana telah dikabarkan dalam riwayat-riwayat yang shahihah. Continue Reading SEKILAS TENTANG KITAB ASY-SYAMAIL AL-MUHAMMADIYYAH…

JUMLAH HADITS DALAM SUNAN IBNU MAJAH

January 29, 2017 at 1:12 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

JUMLAH HADITS DALAM SUNAN IBNU MAJAH

 

Sunan Ibnu Majah adalah salah satu dari kitab yang masyhur dikenal dengan nama Kutubus Sitah (6 kitab induk hadits) yakni : Shahih Bukhori, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa`i, dan Sunan Ibnu Majah. Asy-Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi telah menghitung jumlah hadits yang tertera dalam kitab Sunan Ibnu Majah, dengan rincian sebagai berikut :

  • Jumlah total haditsnya adalah 4341 buah
  • Jumlah hadits yang tertera di kutub khomsah (Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i) berjumlah 3002 buah
  • Jumlah hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah yang tidak diriwayatkan oleh salah satu Kutub Khomsah adalah 1339 buah, ini disebut dengan az-Zawaid (tambahan)
  • Dari 1339 buah hadits, berdasarkan status haditsnya menurut beliau adalah sebagai berikut :
  • 428 buah hadits shahih
  • 199 buah hadits hasan
  • 613 buah hadits dhoif
  • 99 buah hadits yang parah kelemahannya bahkan sampai derajat palsu.

 

Saya (Abu Said) pernah menghitung penilaian Imam Al Albani dalam ta’liqnya terhadap sunan Abu Dawud, beliau menilai ada 43 buah hadits palsu dalam sunan Abu Dawud. Sedangkan berdasarkan informasi dari Imam Suyuthi dalam kitabnya Tadribur Rawi, bahwa Imam Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al-Maudhu’aat beliau menghitungnya ada 16 hadits palsu dalam sunan Ibnu Majah. Wallahul a’lam.

HUKUM BERAMAL DENGAN HADITS DHOIF

January 29, 2017 at 12:43 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

HUKUM BERAMAL DENGAN HADITS DHOIF

 

Prof. DR. Rif’at Fauzi Abdul Mutholib dalam kitabnya “Al-Madkhol ilaa Manaahiji Al-Mukhadditsiin” (hal. 103-104. penerbit Daar As-Salaam, cet. Ke-3, 1432 H) beliau menyebutkan ada 3 madzhab ulama didalam menerima atau tidak menerima pengamalan hadits dhoif, yaitu :

  1. Tidak diamalkan secara mutlak, baik dalam masalah hukum maupun fadhoilul amal (keutamaan amal). Pendapat ini dinukil dianut oleh Imam Yahya bin Ma’in, Imam Bukhori, Imam Muslim, dan imam Ibnu Hazm –Rahimahumullah-.
  2. Diamalkan secara mutlak, baik dalam masalah hukum dan adab. Imam Suyuthi menukil bahwa ini adalah madzhabnya Imam Ahmad dan Abu Dawud, alasannya hadits dhoif lebih kuat daripada pendapat seseorang.
  3. Hanya diamalkan dalam masalah keutamaan ilmu. Pendapat ini dianut oleh Imam Abu Hatim Ar-Raziy, Imam Ibnu Mahdi, Imam Ahmad menurut pendapat yang telah diverifikasi, dan kata Al-‘Alamah Al-Qosimiy, ini adalah pendapat yang dipegang oleh para Aimah.

 

 

DOA ORANG KAFIR YANG TERDHOLIMI ITU MANJUR

January 1, 2017 at 1:10 am | Posted in Hadits | Leave a comment

DOA ORANG KAFIR YANG TERDHOLIMI ITU MANJUR

Ada sebuah momen dimana Allah Subhanahu wa Ta’alaa tidak menghalangi doa sesorang yang terdholimi, agar Allah menimpakan suatu musibah kepada orang yang mendholiminya. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

اتَّقِ دَعْوَةَ المَظْلُومِ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“berhatilah-hatilah dari doa orang yang terdholimi, karena antara doanya dengan Allah tidak ada penghalang sama sekali” (Muttafaqun ‘alaih).

Hadits ini umum tidak hanya menyangkut doa kaum Muslimin yang terdholimi, tapi orang kafir yang didholimi seorang Muslim pun, tercakup dalam hadits diatas. Al-‘Alamah Ibnu Utsaimin –Rahimahullah- berkata :

والله تعالى يجيب دعوة المضطر، كما أنه يجيب دعوة المظلوم ولو كان كافراً. لو أنك ظلمت شخصاً وهو كافر فدعا عليك استجاب الله دعاءه،

“Allah Subhanahu wa Ta’alaa mengabulkan doa orang yang dalam kesempitan, sebagaimana Dia mengabulkan juga doanya orang yang terdholimi, sekalipun itu adalah orang kafir. Misalnya anda mendholimi orang kafir, lalu si kafir berdoa kepada Allah untuk menimpakan kejelakan kepadamu, Allah akan mengabulkan doanya …”.
(sumber penukilan : http://www.alathary.net/vb2/showthread.php?14583-%CF%DA%E6%C9-%C7%E1%E3%D9%E1%E6%E3-%E6%E1%E6-%DF%C7%E4-%DF%C7%DD%D1%C7-%E3%D3%CA%CC%C7%C8%C9-(%C7%E1%D4%ED%CE-%C7%E1%DA%CB%ED%E3%ED%E4-%D1%CD%E3%E5-%C7%E1%E1%E5)

INTROPEKSI DIRI

December 25, 2016 at 6:52 am | Posted in Hadits | Leave a comment

INTROPEKSI DIRI

 

Diriwayatkan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ المَوْتِ، وَالعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

“orang yang cerdas adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya (lalu mengkoreksi dirinya-pent) dan beramal (untuk bekal) setelah kematian, sedangkan orang yang kurang (kecerdasannya) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah”.

Hadits diatas ditulis oleh Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad dan selainnya, semuanya melalui jalan Abu Bakar bin bin Abi Maryam dan Dhomroh bin Habiib dari Syaddaad bin ‘Aus rodhiyallahu ‘anhu, secara marfu. Imam Al Hakim menilai shahih hadits ini, sedangkan Imam Tirmidzi menghasankannya. Namun penilaian ini dibantah oleh Imam Adz-Dzahabi yang mengatakan bahwa Abu Bakar bin Abi Maryam perowi yang waahin (sangat lemah), kemudian ulama muta’akhirin seperti Al Hafidz Ibnu Hajar mendhoifkannya, begitu juga ulama kontemporer seperti Imam Al Albani dan Asy-Syaikh Syu’aib Arnauth pun melemahkan hadits ini.

Continue Reading INTROPEKSI DIRI…

MAU PANEN DI SURGA?

December 24, 2016 at 6:25 am | Posted in Hadits | Leave a comment

MAU PANEN DI SURGA?

 

Kalau mau rajinlah mengunjungi saudara anda yang sedang menderita sakit. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

مَنْ عَادَ مَرِيضًا، لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barangsiapa yang mengunjungi orang yang sakit, maka dia senantiasa (seperti) orang yang panen di surga, sampai dia pulang” (HR. Muslim no. 2568).

Hadits ini sekalipun dalam bentuk umum, namun yang dimaksud adalah seorang Muslim, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim juga dalam Shahihnya juga dengan lafadz :

إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Sesungguhnya seorang Muslim jika mengunjungi saudaranya yang muslim, dia akan senantiasa (seperti) orang yang panen di surga, sampai dia pulang”.

Continue Reading MAU PANEN DI SURGA?…

PRESISI TINGKAT TINGGI

December 17, 2016 at 3:32 pm | Posted in Hadits | Leave a comment

PRESISI TINGKAT TINGGI

 

Diantara salah satu pembahasan dalam ilmu hadits yang memiliki tingkat kesulitan dan butuh ketelatenan yang tinggi adalah pembahasan illalul hadits (cacat-cacat hadits), boleh jadi bagi orang yang kurang perhatian terhadap penelitian hadits, ketika dia melihat sanad dan matannya, maka dia langsung menghukumi hadits tersebut shahih, padahal ulama hadits lainnya telah melakukan kajian yang lebih teliti dan komprehensif dengan mengumpulkan semua jalan-jalan hadits, kemudian ternyata menemukan bahwa hadits tersebut memiliki cacat yang bisa merusak keshahihan hadits. Tugas-tugas tersebut dilakukan oleh para ulama mutaqodimin yang memang mereka punya skill dan kompetensi yang tinggi untuk bisa melakukan penelitian-penelitian yang butuh kesabaran dan keuletan sendiri.

 

Diantara ulama kontemporer yang berusaha mengikuti jejak mereka adalah Al-‘Alamah Al-Muhaddits Muqbil bin Haadiy Al-Waadi’iy. Beliau menulis sebuah kitab yang berjudul “Ahaadits Mu’allah Dhoohiruhaa Ash-Shihaah” (hadits-hadits yang memiliki cacat, sekalipun penampakkannya shahih). Ketika kita membaca hadits-hadits yang dinilai seperti itu oleh Asy-Syaikh Muqbil, maka banyak didapatkan hadits-hadits yang telah masyhur ditengah-tengah kita yang dinilai shahih atau hasan, ternyata memiliki cacat yang tersembunyi, yang beliau singkapkan kepada kita. Tapi saya menganggap bahwa penghukuman dan penilaian sebuah hadits adalah perkara ijtihadiyyah, masing-masing pihak telah berusaha memberikan status penghukuman sesuai dengan kaedah-kaedah ilmiah dalam ilmu hadits dan sesuai dengan evidences / bukti-bukti yang memperkuat argumen penilaian mereka terhadap status sebuah hadits. Asalkan tidak ada kesepakatan ahli hadits dalam memberikan penilaian hukum status sebuah hadits, maka seseorang dapat mengambil pendapat yang sekirannya dia memandang lebih dekat kepada kebenaran atau dari ulama hadits yang dia sudah menaruh kepercayaan terkait kompetensi dalam menghukumi sebuah hadits.

Continue Reading PRESISI TINGKAT TINGGI…

GURU DAN MURID DALAM NAUNGAN AMPUNAN ALLAH

December 11, 2016 at 3:32 am | Posted in Hadits | Leave a comment

GURU DAN MURID DALAM NAUNGAN AMPUNAN ALLAH

 

Diantara banyaknya keutamaan menuntut ilmu adalah Allah menggerakkan hamba-hamba-Nya baik yang berada di langit maupun di bumi untuk memintakan ampunan kepada para pengajar, masyaikh, dan guru, pun demikian kepada para murid, tholib dan siswa. Nabi Sholallahu ‘alaihi wa Salaam bersabda :

إِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ، وَمَنْ فِي الْأَرْضِ، حَتَّى الْحِيتَانِ فِي الْبَحْرِ

“Sesungguhnya makhluk yang ada dilangit dan bumi akan memohonkan ampunan kepada orang-orang alim, sampai-sampai plankton (ikan-ikan kecil) di lautan turut memohonkan ampunan juga” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dan selainnya, ini lafadz Ibnu Majah, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

dalam lafadz lain :

مُعَلِّمُ الْخَيْرِ يَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ شَيْءٍ  حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْبِحَارِ

“Para pengajar kebaikan akan dimohonkan ampunan oleh semua makhluk hingga ikan-ikan kecil di lautan” (HR. Thabrani dan selainnya, dishahihkan oleh Imam Al Albani).

Continue Reading GURU DAN MURID DALAM NAUNGAN AMPUNAN ALLAH…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: