ADU DOMBA DARI SETAN

December 21, 2016 at 2:47 pm | Posted in Nasehat | Leave a comment

ADU DOMBA DARI SETAN

 

Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya setan telah berputus asa (mengajak) orang-orang yang sholat di jazirah Arab untuk menyembahnya, namun setan terus (melakukan provokasi) untuk mengadu domba diantara kalian”.

Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam “Shahihnya” (no. 2812), Imam Tirmidzi dalam “Sunannya” (no. 1937), dan selainnya.

 

Syarah Hadits :


Continue Reading ADU DOMBA DARI SETAN…

Advertisements

SIKAP DALAM MENGHADAPI KHILAFIYAH IJTIHADIYYAH

March 11, 2016 at 11:35 pm | Posted in fiqih, Nasehat | Leave a comment

TIDAK MEMASTIKAN DAN TIDAK MENOLAK DALAM MASALAH-MASALAH IJTIHADIYYAH

 

Masalah Ijtihadiyyah adalah masalah yang nash baik dari Al Qur’an maupun Hadits Nabawi tidak menunjukkan dilalah hukum yang tegas, kemudian masing-masing mujtahid mengintepretasikan istimbah hukum dari nash-nash tersebut sesuai dengan pendalaman dan kajian mereka masing-masing, sehingga akhirnya timbul perbedaan pendapat didalam masalah-masalah tersebut. Pada asalnya tidak boleh bagi seseorang untuk memastikan masalah-masalah ijtihadiyyah yang mengandung dua pendapat atau lebih, begitu juga sebaliknya tidak boleh ada penolakan seseorang kepada orang lain dalam masalah-masalah ijtihadiyyah tersebut. Dengan mengedapankan sikap-sikap seperti ini maka akan menjadi salah satu faktor –bi idznillah- untuk mendekatkan para Da’i Islam didalam menghadapi masalah-masalah khilafiyyah (perbedaaan pendapat) yang terjadi diantara mereka. Continue Reading SIKAP DALAM MENGHADAPI KHILAFIYAH IJTIHADIYYAH…

IMAM AL ALBANI MUJTAHID?

February 6, 2016 at 2:34 am | Posted in Nasehat | Leave a comment

IMAM AL ALBANI MUJTAHID?

 

Soal : bagi orang awam wajib untuk mengikuti syaikh yang membuat hatinya tenang dan syaikh tersebut terkenal dengan ilmu dan kesholihannya. Saya mengetahui bahwa asy-Syaikh Al Albani –rahimahullah- adalah ulama besar dalam hadits (ini tidak diingkari oleh seorang pun), dan saya juga tenang dengan manhajnya dalam fiqih, karena kesungguhan beliau yang keras untuk mengikuti sunah, namun banyak beredar kabar bahwa orang-orang tidak mau mengambil pendapat beliau dalam masalah fiqih, mengapa? Apakah manhajnya dalam fiqih ada kesalahan yang besar? Apakah saya dapat menjadikannya sebagai rujukan dalam fiqih? Continue Reading IMAM AL ALBANI MUJTAHID?…

AKHLAK SUDAH DIBAGI-BAGI

January 24, 2016 at 7:30 am | Posted in Hadits, Nasehat | Leave a comment

AKHLAK SUDAH DIBAGI-BAGI

 

Sebagaimana rezeki, maka masing-masing manusia mendapatkan jatah sesuai dengan yang Allah tetapkan, begitu juga dengan akhlak, Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi-bagi, sehingga ada yang akhlaknya tinggi, sebagaimana juga ada orang yang hartanya banyak, dan ada yang akhlaknya rendah, sebagaimana juga ada orang yang hartanya sedikit.

Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : Continue Reading AKHLAK SUDAH DIBAGI-BAGI…

JARKONI = UJAR ORA NGLAKONI

November 1, 2015 at 1:41 am | Posted in Nasehat | Leave a comment

JARKONI = UJAR ORA NGLAKONI

 

Di daerah saya masyhur istilah Jarkoni, yaitu suatu istilah bagi orang memerintahkan kebaikan atau melarang kejelekan kepada orang lain, tapi dirinya sendiri meninggalkan kebaikan yang diperintahkannya atau melakukan kejelekan yang dilarangnya. Imam Ibnu Utsaimin dalam Majmu’ Fatawanya (26/270) pernah ditanya :

سئل فضيلة الشيخ- رحمه الله-: قد يعلم الإنسان شيئًا ويأمر غيره وهو نفسه لا يعمله سواء كان فرضًا أو نفلاً، فهل يحل له أن يأمر غيره بما لا يعمل؟ وهل يجب على المأمور امتثال أمره أم يحل له الاحتجاج عليه بعدم عمله ثم لا يعمل ما أمر به تبعًا لذلك؟

فأجاب بقوله: هنا أمران:

الأمر الأول: هذا الذي يدعو إلى الخير وهو لا يفعله نقول له:

قال الله- عز وجل-: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ)

وأنا أعجب كيف رجل يؤمن بأن هذا هو الحق، ويؤمن بأن التعبد لله به يقربه إليه، ويؤمن بأنه عبد لله، ثم لا يفعله، فهذا شيء يعجب له ويدل على السفه وأنه محط التوبيخ واللوم لقوله تعالى:

(لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ) (1) فنقول لهذا الرجل: أنت آثم بتركك العمل بما علمت وبما تدعو إليه، ولو بدأت بنفسك لكان ذلك من العقل والحكمة.

أما الأمر الثاني: بالنسبة للمأمور فإنه لا يصح له أن يحتج على هذا الرجل بفعله فإذا أمره بخير وجب عليه القبول، يجب أن يقبل الحق من كل من قال به ولا يأنف من العلم.

Soal : sesorang mengetahui sesuatu, lalu ia memerintahkan orang lain dengan hal tersebut, sedangkan dirinya sendiri tidak mengerjakannya, sama saja apakah dalam perkara yang wajib, maupun yang sunnah. Maka apakah diperbolehkan baginya memerintahkan orang lain dengan sesuatu yang ia tidak mengerjakannya? Apakah wajib bagi orang yang diperintah untuk melaksanakan perintahnya atau boleh baginya berhujjah untuk tidak melaksanakannya karena hal diatas? Continue Reading JARKONI = UJAR ORA NGLAKONI…

MENINGGALKAN HAL YANG HARAM KARENA ALLAH

November 1, 2015 at 12:15 am | Posted in Nasehat | Leave a comment

MENINGGALKAN HAL YANG HARAM KARENA ALLAH

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjanjikan melalui lisan Rasul-Nya, bahwa bagi hamba-Nya yang meninggalkan sesuatu karena-Nya, maka Dia akan memberikan ganti yang lebih baik bagi kemaslahatan sang hamba. Imam Ahmad dalam al-Musnad (no. 23074) berkata :

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، وَأَبِي الدَّهْمَاءِ، قَالَا: أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ فَقُلْنَا: هَلْ سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا؟ قَالَ: نَعَمْ، سَمِعْتُهُ يَقُولُ: ” إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ إِلَّا بَدَّلَكَ اللهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ “

Haddatsanaa Wakii’, haddatsanaa Sulaiman ibnul Mughiiroh, dari Humaid bin Hilaal, dari Abi Qotaadah, dan Abi ad-Dhihmaa`, mereka berdua berkata : ‘kami menjumpai seorang laki-laki baduwi, lalu kami berkata kepadanya : ‘apakah engkau mendengar sesuatu dari Rasulullaal, dari Abi Qotaadah, dan Abi ad-Dhihmaagi kemaslahatan sang hamba.  pendapat laiah sholallahu alaihi wa salam?’, dia menjawab : “betul, aku mendengar Beliau bersabda : “sesungguhnya, sekali-kali tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, melainkan Allah akan menggantikan untukmu hal yang lebih baik darinya”.

Continue Reading MENINGGALKAN HAL YANG HARAM KARENA ALLAH…

MURID BERDIRI MENYAMBUT SANG GURU KETIKA MASUK KELAS

October 30, 2015 at 11:52 pm | Posted in Nasehat | Leave a comment

MURID BERDIRI MENYAMBUT SANG GURU KETIKA MASUK KELAS

 

Dari Abdul Aziz bn Abdullah bin Baaz kepada sdr. Menteri yang terhormat :

Telah sampai kepadaku bahwa kebanyakan para guru memerintahkan muridnya untuk berdiri ketika mereka masuk kelas. Tidak ragu lagi ini adalah perkara yang menyelisihi sunah yang shahih, telah tetap dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bahwa Beliau bersabda : “barangsiapa yang suka seseorang berdiri menghormatinya, maka hendaknya ia menyiapkan tempat duduknya di neraka” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi dari Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu dengan sanad yang shahih). Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Anas rodhiyallahu anhu bahwa beliauan Imam Tirmidzi meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Anas raa  Rasulullah saw uk kelas. tidak  berkata : “tidak ada seorang pun bagi sahabat orang yang lebih dicintai selain Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, namun mereka tidak pernah berdiri untuk menghormati Beliau ketika masuk menemui mereka, karena mereka tahu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam membenci hal tersebut”.

Oleh karenanya, aku berharap kepada engkau untuk memberikan surat edaika masuk menemui mereka, karena mereka tahu bahwa Nabi saw ran kepada para pengajar, bahwa sunahnya tidak perlu berdiri untuk menghormati guru ketika mereka masuk kedalam kelas, dalam rangka mengamalkan dua hadits diatas. Tidak boleh bagi guru memerintahkan para siswa berdiri, berdasarkan hadits Mu’awiyyah karena adanya ancaman yang berat dalam hal ini, dan dibencinya para siswa ketika mereka berdiri, berdasarkan hadits Anas diatas.

Tidak tersembunyi lagi bahwa kebaikan seluruhnya adalah dengan mengikuti sunnah Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, dan meneladani para sahabat rodhiyallahu anhum. Semoga Allah menjadikan kita semuanya mengikuti mereka dengan baik, dan memberikan taufik untuk memahami agama dan kokoh diatasnya.

Continue Reading MURID BERDIRI MENYAMBUT SANG GURU KETIKA MASUK KELAS…

MAKAN SEHARI 2 KALI, APAKAH BERLEBIHAN?

October 30, 2015 at 4:35 pm | Posted in Hadits, Nasehat | Leave a comment

MAKAN SEHARI 2 KALI, APAKAH BERLEBIHAN?

 

Diriwayatkan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah menyampaikan kepada istrinya yakni Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallahu anha, bahwa makan sehari 2 kali, termasuk perkara berlebih-lebihan. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman (no. 5253) dari jalan Abdullah bin Luhai`ah dari Abil Aswaad dari Urwah dari Aisyah rodhiyallahu anha beliau berkata :

رَآنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَدْ أَكَلْتُ فِي الْيَوْمِ مَرَّتَيْنِ فَقَالَ: ” يَا عَائِشَةُ ” أَمَا تُحِبِّينَ أَنْ يَكُونَ لَكَ شُغُلٌ إِلَّا فِي جَوْفِكَ الْأَكْلُ؟ فِي الْيَوْمِ مَرَّتَيْنِ، مِنَ الْإِسْرَافِ، وَاللهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ “

Nabi sholallahu alaihi wa salam memperhatikanku, yakni bahwa aku makan dalam sehari 2 kali, maka Beliau berkata : “wahai Aisyah, apakah engkau tidak nyaman, jika tidak ada kesibukanmu, kecuali memenuhi perutmu?, (sesungguhnya) makan 2 kali dalam sehari, termasuk pemborosan, dan Allah tidak suka dengan orang-orang yang boros.

Asy-Syaikh Ibnu Hamzah al-Husaini al-Hanafi dalam kitabnya “al-Burhan wa at-Ta’riif fii Asbaabil Wurudil Hadits asy-Syariif (1/134) menisbatkan hadits diatas kepada Imam ad-Dailami dalam Musnadnya, dengan perkataannya :

أخرجه الديلمي عَن عَائِشَة رَضِي الله عَنْهَا سَببه كَمَا فِي الْجَامِع الْكَبِير عَنْهَا

Dikeluarkan oleh ad-Dailami dari Aisyah rodhiyallahu anhu, dan sebab (asbabul wurud) hadits ini adalah sebagaimana dalam kitab al-Jaami’ul Kabiiir dari Aisyah rodhiyallahu anhu…

Continue Reading MAKAN SEHARI 2 KALI, APAKAH BERLEBIHAN?…

ADAB-ADAB BERTETANGGA

August 18, 2015 at 12:05 am | Posted in Nasehat | 1 Comment

ADAB-ADAB BERTETANGGA

 

Sebagai makhluk sosial, manusia mau tidak mau akan hidup bersama dalam sebuah komunitas masyarakat. Sehingga dalam interaksinya dengan tetangga kanan-kirinya, dibutuhkan sebuah akhlak atau adab yang melanggengkan kehidupan sehari-harinya. Islam sebagai agama paripurna telah memberikan bimbingan yang sangat jelas terkait masalah ini, dan pendekatan yang digunakan adalah bahwa melaksanakan adab-adab bertetangga merupakan bagian dari keimanan. Jadi Islam memotivasi umatnya agar hidup bertetangga dengan menerapkan adab-adab yang tinggi sebagai ‘Ibaadur Rokhman, dan atas semua perbuatannya yang baik dengan tetangga akan mendapatkan balasan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dunia dan di akhirat.

Begitu agungnya hak tetangga atas kita, sampai-sampai Jibril alaihi salam sebagai Malaikat pembawa wahyu kepada Nabi kita Muhammad sholallahu alaihi wa salam, berulangkali mewasiatkan kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam agar berbuat baik kepada tetangga, tentunya Jibril alaihi salam melakukan hal tersebut atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga penunaian hak-hak tetangga merupakan ajaran syariat yang agung. Nabi mengungkapan permasalahan ini dengan perumpaman yang sangat gamblang, seolah-olah perintah berbuat baik kepada tetangga, menjadikan tetangga kita kedudukannya seperti saudara kandung atau karib kerabat dekat yang berhak atas warisan kita. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

Jibril senantiasa mewasiatkan kepadaku terkait hak tetangga, sampai aku mengira tetangga akan mewarisi (Muttafaqun ‘alaih).

Continue Reading ADAB-ADAB BERTETANGGA…

MENGAMBIL PENDAPAT YANG PALING RINGAN YANG TERCELA

August 14, 2015 at 11:50 pm | Posted in Nasehat | Leave a comment

MENCARI KERINGANAN-KERINGANAN DARI KETERGELINCIRAN ULAMA ADALAH PERBUATAN ORANG ZINDIK

 

Para ulama telah bersepakat bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk sengaja mencari keringanan-keringanan dalam syariat dari pendapat-pendapat para ulama yang lemah. Asy-Syaikh as-Safaariniiy (w. 1188 H) dalam Lawaamiul Anwaar Bahiyyah (2/466 –pen. Muasasah al-Haafiqiin) menukil perkataan beberapa ulama terkait mencari-cari rukhsoh :

قَالَ الْإِمَامُ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ: لَا يَجُوزُ لِلْعَامِّيِّ تَتَبُّعُ الرُّخَصَ إِجْمَاعًا. وَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ -: لَوْ أَنَّ رَجُلًا عَمِلَ بِكُلِّ رُخْصَةٍ؛ يَعْمَلُ بِمَذْهَبِ أَهْلِ الْكُوفَةِ فِي النَّبِيذِ، وَأَهْلِ الْمَدِينَةِ فِي السَّمَاعِ، وَأَهْلِ مَكَّةَ فِي الْمُتْعَةِ لَكَانَ فَاسِقًا. وَقَالَ مَعْمَرٌ: لَوْ أَنَّ رَجُلًا يَأْخُذُ بِقَوْلِ أَهْلِ الْمَدِينَةِ فِي السَّمَاعِ – يَعْنِي الْغِنَاءَ – وَإِتْيَانِ النِّسَاءِ فِي أَدْبَارِهِنَّ، وَبَقَوْلِ أَهْلِ مَكَّةَ فِي الْمُتْعَةِ وَالصَّرْفِ، وَبَقَوْلِ أَهْلِ الْكُوفَةِ فِي الْمُسْكِرِ؛ كَانَ أَشَرَّ عِبَادِ اللَّهِ تَعَالَى. وَقَالَ سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ: لَوْ أَخَذْتَ بِرُخْصَةِ كُلِّ عَالِمٍ – أَوْ قَالَ زَلَّةِ كُلِّ عَالِمٍ – اجْتَمَعَ فِيكَ الشَّرُّ كُلُّهُ

Imam Ibnu Abdil Bar berkata : ‘tidak boleh bagi orang awam mencari-cari rukhshoh, berdasarkan kesepakatan ulama’. Imam Ahmad berkata : ‘seandainya seseorang mengerjakan semua keringanan, mengambil keringanan madzhab ahlu kufah terkait nabiidz (minuman keras dari Kurma), madzhab Madinah terkait musik, madzhab Mekkah terkait nikah mut’ah, niscaya ia adalah seorang Fasik’. Ma’mar berkata : ‘seandainya seseorang mengambil keringanan ulama Madinah tentang musik dan berhubungan dengan istri lewat dubur, lalu mengambil pendapatnya ulama Mekkah tentang Mut’ah dan shorf, lalu berpegang dengan pendapatnya ulama Kufah tentanfg minuman keras, niscaya ia akan menjadi hamba Allah yang paling jelek’. Sulaiman at-Taimiy berkata : ‘seandainya ia mengambil keringanan seluruh ulama atau –beliau berkata : ‘semua ketergelinciran ulama- berarti ia telah mengumpulkan kejelekan seluruhnya’. Continue Reading MENGAMBIL PENDAPAT YANG PALING RINGAN YANG TERCELA…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: