WANITA HAIDH TETAP BERHAJI

June 12, 2015 at 3:57 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابٌ: تَقْضِي الحَائِضُ المَنَاسِكَ كُلَّهَا إِلَّا الطَّوَافَ بِالْبَيْتِ

Bab 7 Wanita Haidh Melaksanakan Manasik Haji Semuanya, Kecuali Thowaf di Baitullah

 

Penjelasan Bab :

Yakni penjelasan hukum bahwa seorang wanita yang sedang mengalami haidh pada saat haji, tetap melaksanakan urutan manasik haji semuanya, kecuali thowaf di Baitullah, dan amalan-amalan lain yang dipersyaratkan kesucian padanya, seperti sholat. Asy-Syaikh DR. Abdullah al-Faqiih dalam Fatwanya (no. 22153) pernah berkata :

واعلم أنه لا يشترط لشيء من أفعال الحج الطهارة إلا الطواف بالبيت

Ketahuilah bahwa tidak disyariatkan kesucian dalam pelaksanaan ibadah haji, kecuali thowaf di Baitulllah.

Continue Reading WANITA HAIDH TETAP BERHAJI…

Advertisements

WANITA HAIDH WAJIB MENINGGALKAN PUASA

June 7, 2015 at 4:51 am | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ تَرْكِ الحَائِضِ الصَّوْمَ

Bab 6 Wanita Haidh Meninggalkan Puasa

 

Penjelasan Bab :

Yakni penjelasan hukum bahwa seorang wanita yang sedang mengalami haidh pada bulan Romadhon, maka diperintahkan untuk tidak berpuasa. Masalah tersebut telah disepekati oleh para ulama. Imam Ibnul Mundzir (w. 319 H) dalam kitabnya al-Ijma (hal. 319 –pen. Daarul Muslim) berkata :

وأجمعوا على أن عليها قضاء الصوم الذي تفطره في أيام حيضتها في شهر رمضان

Para ulama telah bersepakat bahwa wajib bagi wanita yang haidh untuk mengqodho puasanya pada hari ia meninggalkan berpuasa karena haidhnya pada bulan Romadhon.

Hal senada juga disampaikan oleh Imam Ibnu Hazm (w. 456 H) dalam kitabnya Marootibul Ijma (hal. 23 –pen. Daarul Kutubil ‘Ilmiyyah) :

وَاتَّفَقُوا على أَن الْحَائِض لَا تصلي وَلَا تَصُوم أَيَّام حَيْضهَا

Para ulama bersepakat bahwa wanita yang haidh tidak sholat dan tidak puasa pada hari haidhnya.

Continue Reading WANITA HAIDH WAJIB MENINGGALKAN PUASA…

MANDI KARENA BERHUBUNGAN BADAN

June 23, 2014 at 9:22 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ غَسْلِ مَا يُصِيبُ مِنْ فَرْجِ المَرْأَةِ

Bab 29 Mandi karena Mengenai Kemaluan Wanita

 

Penjelasan :

 

Dalam bab ini Imam Bukhori ingin mengangkat hukum mandi bagi seorang yang berhubungan badan dengan istrinya, namun belum sempat keluar maninya, apakah tetap wajib baginya mandi atau tidak wajib?

Nanti –In Syaa Allah- Imam Bukhori akan membawakan perkataan sahabat yang memandang bahwa orang yang berhubungan badan, namun tidak keluar maninya, maka tidak perlu mandi, cukup baginya berwudhu. Hal ini dikatakan sahabat Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Zubair bin Awwam, Tholhah bin Ubaidillah dan Ubay bin Ka’ab rodhiyallahu anhum ajma’in. Jadi para sahabat berselisih pendapat tentang wajibnya mandi bagi orang yang berhubungan badan, namun tidak sampai keluar maninya.

Continue Reading MANDI KARENA BERHUBUNGAN BADAN…

JIKA 2 KHITAN BERTEMU

June 23, 2014 at 9:15 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابٌ: إِذَا التَقَى الخِتَانَانِ

Bab 28 Jika 2 Khitan Bertemu

 

Penjelasan :

 

Yakni 2 khitan maksudnya adalah 2 alat kelamin, milik laki-laki dan wanita. Bab ini menjelaskan hukum apabila seorang laki-laki berhubungan dengan istrinya, dimana kedua kemaluan mereka saling bertemu, maka inilah yang dinamakan dengan janabah.

Berkata Imam Bukhori :

291 – حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ فَضَالَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ، ح وحَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الحَسَنِ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ، ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الغَسْلُ» تَابَعَهُ عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ، عَنْ شُعْبَةَ، مِثْلَهُ وَقَالَ مُوسَى: حَدَّثَنَا أَبَانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، أَخْبَرَنَا الحَسَنُ مِثْلَهُ

44). Hadits no. 291 Continue Reading JIKA 2 KHITAN BERTEMU…

ORANG YANG JUNUB BERWUDHU LALU BARU TIDUR

June 21, 2014 at 10:49 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ الجُنُبِ يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يَنَامُ

Bab 27 Orang yang Junub Berwudhu lalu baru Tidur

 

Penjelasan :

 

Yakni penjelasan tentang hukum bagi orang yang junub, ketika bermaksud hendak tidur tanpa mandi janabah terlebih dahulu, maka hendaknya ia berwudhu sebelum tidur. Dan telah berlalu hukum berwudhu ini, yakni yang rajih adalah sunnah bukan wajib. Imam Ibnu Bathool dalam Syarah Bukhori mengatakan :

وشذ أهل الظاهر، فأوجبوا عليه الوضوء فرضًا، وهذا قول مهجور لم يتابعهم عليه أحد، فلا معنى له

“Ahlu dhohir berpendapat ganjil, mereka mewajibkan wudhu (bagi orang junub yang hendak tidur), ini adalah pendapat yang hendaknya diabaikan saja, karena tidak ada yang mengikuti pendapat ini”.

Continue Reading ORANG YANG JUNUB BERWUDHU LALU BARU TIDUR…

HUKUM TIDUR DALAM KONDISI JUNUB

June 17, 2014 at 11:27 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ نَوْمِ الجُنُبِ

Bab 26 Tidurnya Orang yang Junub

 

Penjelasan :

 

Yakni penjelasan tentang hukum apakah orang yang junub boleh tidur, tanpa mandi janabah terlebih dahulu?. Sebagian ulama mengatakan hendaknya ia wudhu terlebih dahulu sebelum tidur dan pada bab berikutnya, Imam Bukhori akan membahas masalah berwudhu sebelum tidur. Namun jika muncul pertanyaan lagi, apakah seorang yang junub, ia belum mandi dan wudhu, bolehkan baginya tidur?, maka yang rajih adalah boleh baginya tidur, tanpa mandi atau berwudhu terlebih dahulu.

Continue Reading HUKUM TIDUR DALAM KONDISI JUNUB…

ORANG JUNUB TINGGAL DI RUMAH

June 17, 2014 at 10:41 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ كَيْنُونَةِ الجُنُبِ فِي البَيْتِ، إِذَا تَوَضَّأَ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ

Bab 25 Orang yang Junub Tinggal di Rumah, jika Ia telah Berwudhu sebelum Mandi

 

Penjelasan :

 

Yakni penjelasan tentang hukum orang yang Junub, namun tidak segera mandi dan ia tinggal di rumah beberapa lama, hanya sekedar berwudhu saja.

  Continue Reading ORANG JUNUB TINGGAL DI RUMAH…

ORANG YANG JUNUB BERAKTIVITAS DILUAR RUMAH

June 17, 2014 at 10:38 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | 2 Comments

بَابٌ الجُنُبُ يَخْرُجُ وَيَمْشِي فِي السُّوقِ وَغَيْرِهِ

Bab 24 Orang yang Junub Keluar Rumah dan Berjalan di Pasar serta Aktivitas Lainnya

 

Penjelasan :

 

Yakni penjelasan tentang hukum bagi orang yang junub untuk melakukan aktivitas kesehariannya dalam kondisi dirinya belum bersuci. Disini Imam Bukhori ingin menyanggah perkataan sebagian ulama yang mewajibkan bagi orang yang junub ketika akan melakukan aktivitas lainnya agar bersuci terlebih dahulu, minimal dengan berwudhu seperti wudhu untuk sholat.

Imam Ibnu Bathol dalam “Syarah Bukhori” menukil dari Sa’ad bin Abi Waqqoosh rodhiyallahu anhu, Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu, Athoo’ dan al-Hasan tentang wajibnya bagi orang yang junub untuk berwudhu terlebih dahulu, sebelum ia keluar memenuhi kebutuhannya. Namun hadits yang nanti akan dibawakan oleh Imam Bukhori daam bab ini, menunjukkan bahwa orang yang junub tidak wajib baginya mandi atau berwudhu terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitasnya.

Continue Reading ORANG YANG JUNUB BERAKTIVITAS DILUAR RUMAH…

HUKUM KERINGATNYA ORANG YANG JUNUB

June 12, 2014 at 11:19 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ عَرَقِ الجُنُبِ، وَأَنَّ المُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ

Bab 23 Keringatnya Orang yang Junub

dan Seorang Muslim Tidaklah Najis

 

Penjelasan :

 

Yakni penjelasan tentang hukum keringat yang keluar dari orang yang Junub. Imam Ibnu Bathol dalam “Syarah Bukhori” mengatakan :

ولا خلاف بين الفقهاء فى طهارة عرق الجنب والحائض

“Tidak ada perselisihan dikalangan ulama Fiqih tentang kesucian keringatnya orang yang Junub dan Haidh”.

Continue Reading HUKUM KERINGATNYA ORANG YANG JUNUB…

JIKA WANITA MIMPI BASAH

June 12, 2014 at 10:55 pm | Posted in Penjelasan Bukhori | Leave a comment

بَابُ إِذَا احْتَلَمَتِ المَرْأَةُ

Bab 22 Jika Wanita Mimpi Basah

 

Penjelasan :

 

Yakni penjelasan tentang hukum jika wanita mimpi basah. Imam Ibnu Bathol dalam “Syarah Bukhori” berkata :

لا خلاف بين العلماء أن النساء إذا احتلمن ورأين الماء، أن عليهن الغسل وحكمهن حكم الرجال فى ذلك

“Tidak ada perselisihan dikalangan ulama bahwa wanita jika mimpi basah dan melihat keluar spermanya, maka wajib bagi mereka mandi dan hukumnya, seperti hukum laki-laki (yakni wajib mandi dan semisalnya)”.

Namun al-Hafidz dalam “al-Fath” menukil adanya pendapat yang berbeda dari Imam Ibrohim an-Nakhoi’iy, sekalipun tentunya pendapat beliau adalah lemah, berdasarkan hadits yang nanti akan dibawakan oleh Imam Bukhori.   

  Continue Reading JIKA WANITA MIMPI BASAH…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: