SHOLAT MENGGUNAKAN SANDAL DAN SEPATU

August 10, 2015 at 11:45 pm | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

Sholat Menggunakan Sandal dan Perintah Terkait Penggunaannya

Sifat sholat Nabi sholallahu alaihi wa salam berikutnya adalah sholat menggunakan sandal. Imam Al Albani berkata (hal. 80) :

كان يقف حافيا أحيانا ومنتعلا أحيانا

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam terkadang sholat dengan bertelanjang kaki dan terkadang menggunakan sandal.

Al-Akh Ro’fat Haamid al-‘Adni telah membuat sebuah risalah terkait hukum penggunaan sandal dalam sholat yang dipublikasikan di http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=208190#, beliau berkata :

لصلاة في النعلين مختلف فيهما بين أهل العلم على قولين:
الأول: أنها جائزة ورخصة ،غير مستحبة،وهذا مذهب المالكية والشافعية .

Sholat menggunakan sandal para ulama berbeda pendapat dan ada 2 pendapat tentang hal ini :

  1. Diperbolehkan dan diberikan keringanan menggunakannya, bukan mustahab. Ini adalah pendapatnya Malikiyyah dan Syafi’iyyah

لمذهب الشافعي :
الصلاة في النعل الطهارة جائزة ويجوز المشي في المسجد بالنعل .المجموع (3 / 156)
وقال ابن رجب :وقال الشافعي – ونقلوه عنه – : أن خلع النعلين في الصلاة أفضل .فتح الباري (2 / 276)

Madzhab Syafi’I : sholat menggunakan sandal yang suci diperbolehkan dan boleh juga berjalan di Masjid menggunakan sandal (al-Majmu’ 3/156). Ibnu Rojab berkata : ‘Imam Syafi’I berkata : ‘melepas sandal dalam sholat lebih utama’ (Fathul Baari 2/276). Continue Reading SHOLAT MENGGUNAKAN SANDAL DAN SEPATU…

Sholat dengan Berdiri dan Duduk dalam Sholat Lail

August 4, 2015 at 11:55 pm | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

 

Sholat dengan Berdiri dan Duduk dalam Sholat Lail

 

Imam Al Albani berkata tentang tatacara sholat sunnah, terkait masalah al-Qiyaam (berdiri), kata beliau :

كان صلى الله عليه وسلم يصلي ليلا طويلا قائما وليلا طويلا قاعدا وكان إذا قرأ قائما ركع قائما وإذا قرأ قاعدا ركع قاعدا

Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah sholat malam yang panjang dengan berdiri dan pernah juga sholat malam yang panjang dengan duduk. Beliau sholallahu alaihi wa salam jika membaca dengan berdiri, maka ruku’-nya dengan berdiri juga dan Beliau jika membaca dengan duduk, maka ruku’-nya juga dengan duduk –selesai-.

Apa yang disebutkan oleh Imam Al Albani adalah variasi pertama dalam mengerjakan sholat lail (tahajud) yakni Beliau sholallahu alaihi wa salam terkadang melakukannya dengan duduk pada seluruh sholatnya.

Continue Reading Sholat dengan Berdiri dan Duduk dalam Sholat Lail…

SHOLAT SAMBIL BERPEGANGAN

March 28, 2015 at 9:35 am | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

 

Sholat sambil bersandar

Imam Al Albani berkata tentang rukhshoh bagi orang yang sudah lanjut usia untuk sholat berdiri dengan bersandar kepada sesuatu, seperti tiang, tongkat dan semisalnya, kata beliau :

ولما أسن صلى الله عليه وسلم وكبر اتخذ عمودا في مصلاه يعتمد عليه

Ketika Nabi sholallahu alaihi wa salam berusia lanjut, beliau menjadikan tiang di tempat sholatnya untuk digunakan sebagai sandaran (ketika sholat) (HR. Abu Dawud, al-Hakim dan dishahihkan oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi) –selesai-.

Imamunaa Muhammad bin Idris asy-Syafi’i dalam al-Umm (1/100) juga mengisyaratkan hal ini, kata beliau :

فَإِنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى ذَلِكَ إلَّا بِأَنْ يَعْتَمِدَ عَلَى شَيْءٍ اعْتَمَدَ عَلَيْهِ مُسْتَوِيًا، أَوْ فِي شِقٍّ، ثُمَّ رَكَعَ ثُمَّ رَفَعَ، ثُمَّ سَجَدَ وَإِنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى السُّجُودِ جَلَسَ أَوْمَأَ إيمَاءً

Jika tidak mampu karena sakitnya (untuk berdiri), kecuali dengan berpegang kepada sesuatu, maka berpeganglah kepadanya dengan lurus atau disisinya, lalu ruku’, lalu bangkit dari ruku’, lalu sujud, dan jika tidak mampu sujud, maka ia duduk dan berisyarat ketika sujudnya –selesai-.

Continue Reading SHOLAT SAMBIL BERPEGANGAN…

SHOLAT DIATAS KAPAL

March 28, 2015 at 9:31 am | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

 

Sholat diatas Kapal

Imam Al Albani melanjutkan kaitannya berdiri didalam sholat, yaitu bagaimana jika seseorang sholat diatas kapal, beliau berkata (hal. 79) :

وسئل صلى الله عليه وسلم عن الصلاة في السفينة فقال:  (صل فيها قائما إلا أن تخاف الغرق)

Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salaam pernah ditanya tentang sholat diatas kapal, maka Beliau menjawab : “sholat dengan berdiri, kecuali jika engkau takut tenggelam” –selesai-.

Kemudian beliau mengatakan bahwa hadits diatas shahih dan telah ditakhrij dalam ash-Shahihah (no. 323).

Imam Nawawi dalam al-Majmu (3/242) berkata :

قَالَ أَصْحَابُنَا إذَا صَلَّى الْفَرِيضَةَ فِي السَّفِينَةِ لَمْ يَجُزْ لَهُ تَرْكُ الْقِيَامِ مَعَ الْقُدْرَةِ كَمَا لَوْ كَانَ فِي الْبَرِّ وَبِهِ قَالَ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ

Madzhab kami (syafi’i) berkata : ‘jika sholat wajib diatas kapal, tidak boleh baginya untuk tidak berdiri –padahal mampu-, sebagaimana kalau ia sholat di daratan. Ini juga pendapatnya Malik dan Ahmad –selesai-.

Continue Reading SHOLAT DIATAS KAPAL…

SHOLATNYA ORANG YANG SAKIT DENGAN DUDUK

March 20, 2015 at 5:57 pm | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

Sholatnya Orang yang Sakit dengan Duduk

Apabila seseorang sakit dan tidak mampu baginya sholat dengan berdiri, maka syariat memberinya keringanan untuk sholat dengan duduk. Imam Al Albani membawakan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan selainnya, bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لم تستطع فعلي جنب

Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu, maka dengan duduk, jika tidak mampu juga, maka berbaringlah.

Imam Syafi’i dalam al-Umm (1/99) berkata tentang sholatnya orang yang sakit, kata beliau :

وَإِذَا لَمْ يُطِقْ الْقِيَامَ صَلَّى قَاعِدًا وَرَكَعَ وَسَجَدَ إذَا أَطَاقَ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ

Jika tidak mampu untuk berdiri, sholatlah dengan duduk, dan ruku’ serta sujud (seperti biasa –pent.), jika mampu untuk ruku’ dan sujud.

Kemudian Imamunaa berkata lagi (1/100) tentang orang yang tidak mampu sholat dengan duduk, kata beliau :

فَإِنْ لَمْ يُطِقْ الْمُصَلِّي الْقُعُودَ وَأَطَاقَ أَنْ يُصَلِّيَ مُضْطَجِعًا صَلَّى مُضْطَجِعًا وَإِنْ لَمْ يُطِقْ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ صَلَّى مُومِئًا وَجَعَلَ السُّجُودَ أَخْفَضَ مِنْ إيمَاءِ الرُّكُوعِ

Jika tidak mampu sholat dengan duduk, dan ia mampu untuk sholat dengan berbaring, maka sholatlah dengan berbaring. Jika ia tidak mampu ruku’ dan sujud, maka sholatlah dengan berisyarat dan jadikan sujud lebih rendah isyaratnya dibandingkan ruku’.

Continue Reading SHOLATNYA ORANG YANG SAKIT DENGAN DUDUK…

BERDIRI

March 15, 2015 at 5:49 am | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment
Tags: , , ,

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

 

Berdiri

Sifat sholat Nabi sholallahu alaihi wa salam berikutnya adalah berdiri. Imam Al Albani berkata (hal. 77) :

وكان صلى الله عليه وسلم يقف فيها قائما في الفرض والتطوع

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam senantisa berdiri ketika menunaikan sholat fardhu dan tathowu’.

Al Imam Syafi’i juga berkata dalam al-Umm (1/99) :

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ {حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ} [البقرة: 238] فَقِيلَ: وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ قَانِتِينَ مُطِيعِينَ وَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بِالصَّلَاةِ قَائِمًا

Allah Azza wa Jalla berfirman : {Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’} (QS. Al Baqoroh : 238), maka ditafsirkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala lebih mengetahui orang-orang yang khusyu’ dan taat kepadanya lalu memerintahkan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam untuk sholat dengan kondisi berdiri.

Imam Nawawi menginformasikan kepada kita bahwa madzhab Syafi’i sangat tegas dalam masalah berdiri ini, beliau berkata dalam al-Majmu (3/258) :

فَالْقِيَامُ فِي الْفَرَائِضِ فَرْضٌ بِالْإِجْمَاعِ لَا تَصِحُّ الصَّلَاةُ مِنْ الْقَادِرِ عَلَيْهِ إلَّا بِهِ حَتَّى قَالَ أَصْحَابُنَا لَوْ قَالَ مُسْلِمٌ أَنَا أَسْتَحِلُّ الْقُعُودَ فِي الْفَرِيضَةِ بِلَا عُذْرٍ أَوْ قَالَ الْقِيَامُ فِي الْفَرِيضَةِ لَيْسَ بِفَرْضٍ كَفَرَ إلَّا أَنْ يَكُونَ قَرِيبَ عَهْدٍ بِإِسْلَامٍ

Berdiri pada saat sholat fardhu adalah wajib dengan kesepakatan para ulama, tidak sah sholatnya bagi yang mampu, kecuali harus berdiri, sampai-sampai ashab kami mengatakan, seandainya ada seorang Muslim berkata : ‘saya membolehkan duduk dalam sholat fardhu tanpa ada udzur’, atau ia berkata : ‘berdiri pada sholat fardhu tidak wajib’, maka ia telah kafir, kecuali kalau dia baru masuk Islam.

Continue Reading BERDIRI…

MENGHADAP KIBLAT

March 9, 2015 at 11:53 pm | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

 

Menghadap Kiblat

Sifat sholat Nabi sholallahu alaihi wa salam yang pertama disebutkan oleh Imam Al Albani (w. 1420 H) adalah terkait seorang yang sholat untuk menghadap kiblat. Beliau berkata (hal. 75-cet. Maktabah al-Ma’aarif) :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قام إلى الصلاة استقبل الكعبة في الفرض والنفل وأمر صلى الله عليه وسلم بذلك

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam jika berdiri untuk sholat, Beliau menghadap ka’bah baik dalam sholat fardhu (wajib) maupun sholat nafilah (tambahan/sunnah), dan Beliau sholallahu alaihi wa salam memerintahkan (kepada yang lainnya) untuk melakukan hal tersebut.

Sementara itu Imamunaa Muhammad bin Idris asy-Syafi’i (w. 204 H) juga berkata hal yang senada dalam kitabnya al-Umm (1/114-cet. Daarul Ma’rifah) :

فَالْفَرْضُ عَلَى كُلِّ مُصَلِّي فَرِيضَةً، أَوْ نَافِلَةً، أَوْ عَلَى جِنَازَةٍ، أَوْ سَاجِدٍ لِشُكْرٍ، أَوْ سُجُودِ قُرْآنٍ أَنْ يَتَحَرَّى اسْتِقْبَالَ الْبَيْتِ إلَّا فِي حَالَيْنِ أَرْخَصَ اللَّهُ تَعَالَى فِيهِمَا سَأَذْكُرُهُمَا إنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى.

Maka wajib bagi orang yang sholat baik itu sholat wajib atau nafilah atau jenazah atau sujud syukur atau sujud qur’an (tilawah) untuk menghadap ke baitullah, kecuali pada 2 keadaan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan keringanan padanya, yang akan saya sebutkan –In Sya Allah Ta’aalaa-.

Continue Reading MENGHADAP KIBLAT…

MUKADIMAH

March 7, 2015 at 12:10 am | Posted in Sifat Sholat Nabi antara Al Albani dengan Syafi'iyyah | Leave a comment

SIFAT SHOLAT NABI SHOLALLAHU ALAIHI WA SALAM

ANTARA AL ALBANI DENGAN SYAFI’IYYAH

 

Mukadimah

Kitab sifat sholat Nabi sholallahu alaihi wa salam karya Imam asy-Syaikh Muhammad Naashiruddin Al Albani yang beliau beri judul dengan :

صفة صلاة النبي صلى الله عليه وسلم من التكبير إلى التسليم كأنك تراها

Sifat Sholat Nabi sholallahu alaihi wa salam dari mulai takbir sampai salam, seolah-olah engkau melihatnya.

Kitab ini cukup fenomenal dan monumental terutama bagi pencinta hadits-hadits Nabi sholallahu alaihi wa salam pada zaman ini, karena kitab ini merupakan kumpulan-kumpulan dari tatacara sholat Nabi sholallahu alaihi wa salam yang termaktub dalam kitab-kitab hadits yang menurut penulisnya hadits-hadits tersebut dapat dijadikan hujjah/sandaran dalam beramal. Imam Al Albani menulis kitab ini dengan pendekatan haditsiyyah, sebagaimana Continue Reading MUKADIMAH…

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: