SUNAN IBNU MAJAH : PERNIKAHAN ANAK KECIL YANG DINIKAHKAN OLEH BAPAKNYA

March 28, 2015 at 9:07 pm | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ نِكَاحِ الصِّغَارِ يُزَوِّجُهُنَّ الْآبَاءُ

Bab 13 Pernikahan Anak Kecil yang Dinikahkan oleh Bapaknya

 

Penjelasan Bab :

Yang perlu diperhatikan bahwa sangat tidak direkomendasikan untuk menikahkan anak perempuannya yang masih kecil dengan laki-laki dewasa. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Ahmad dalam Fatawa Islam Today tertanggal 10/02/1426 mengatakan :

فإن النكاح يكون صحيحاً إذا توفرت شروطه كالولي والشهود، وانتفت موانعه، لم يذكر أهل العلم – حسب اطلاعي- سناً لا يجوز فيه التزويج سواء للرجل أو المرأة؛ لأن النصوص جاءت مطلقة غير مقيدة، بل إن النبي -صلى الله عليه وسلم- عقد على عائشة – رضي الله عنها- وهي بنت ست، ودخل بها وهي ابنة تسع أخرجه البخاري (3894) ومسلم (1422)، هذا من حيث النظر الشرعي، أما من حيث وجود ما قد يكون سلبياً في زواج الرجل الكبير من البنت الصغيرة فهذا ظاهر، فإن الاختلاف في القدرات الجسمية والعقلية قد يكون سبباً في نشأة الخلافات التي تؤدي إلى فشل الزواج، وهذا أمر مشاهد ومعلوم، ولذا فإني لا أنصح به ولا أحث عليه.

Sesungguhnya pernikahan itu sah jika terpenuhi syarat-syaratnya, seperti wali dan saksi, serta tidak ada penghalangnya. Ulama tidak pernah menyebutkan –sesuai dengan penelitianku- batasan usia yang tidak diperbolehkan untuk menikah, sama saja bagi calon mempelai pria, maupun wanitanya, karena nash-nash yang ada secara mutlak tidak dikaitkan (dengan umur tertentu-pent.), bahkan Nabi sholallahu alaihi wa salam sendiri menikahi Aisyah rodhiyallahu anha pada usia 6 tahun, dan menggaulinya pada usia 9 tahun (diriwayatkan oleh Bukhori (no. 3894) dan Muslim (no. 1422), ini dari sisi syar’i. Adapun dari sisi realitas yang ada, terkadang pernikahan anak kecil dengan pria dewasa menimbulkan dampak negatif, ini adalah sesuatu yang nyata. Karena perbedaan keduanya dari segi badan dan akan terkadang menyebabkan perselisihan yang berujung kepada retaknya rumah tangga, ini adalah perkara yang dapat disaksikan dan sudah diketahui, oleh karenanya aku tidak menasehatkan dan tidak menganjurkan untuk melangsungkan pernikahan tersebut….-selesai-.

Continue Reading SUNAN IBNU MAJAH : PERNIKAHAN ANAK KECIL YANG DINIKAHKAN OLEH BAPAKNYA…

Advertisements

BAB 12 ORANG YANG MENIKAHKAN ANAKNYA, SEDANGKAN SI ANAK TIDAK SUKA

March 7, 2015 at 11:30 pm | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ مَنْ زَوَّجَ ابْنَتَهُ وَهِيَ كَارِهَةٌ

Bab 12 Orang yang Menikahkan Anak Perempuannya,

sedangkan si Anak Tidak Suka

 

Penjelasan Bab :

Tidak boleh seorang wali baik itu ayahnya atau kerabat lainnya untuk menikahkan wanita yang berada dibawah kewaliannya, tanpa adanya ridho dari sang wanita. Sebagaimana juga tidak boleh seorang wali untuk menolak atau menggantinya dengan calon laki-laki lain, jika si wanita telah memilih calon laki-laki yang ia senangi, padahal ia sekufu. Karena Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ، إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ

Jika datang kepada kalian laki-laki yang diridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan oleh Imam Al Albani).

Demikian perkataan asy-Syaikh Sholih al-Munajid dalam Fatawa Sual wal Jawab (no. 47439).

Continue Reading BAB 12 ORANG YANG MENIKAHKAN ANAKNYA, SEDANGKAN SI ANAK TIDAK SUKA…

BAB 11 PERSETUJUAN GADIS DAN JANDA

March 1, 2015 at 10:38 pm | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ اسْتِئْمَارِ الْبِكْرِ وَالثَّيِّبِ

Bab 11  Permintaan Persetujuan Perawan dan Janda

 

Penjelasan Bab :

Salah satu kewajiban seorang bapak adalah menikahkan anak perempuannya, karena dia adalah wali bagi anak perempuannya. Seorang wanita tidak sah pernikahannya tanpa seizin walinya, sebagaimana sabda Nabi sholallahu alaihi wa salam :

أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ

 

Wanita mana saja yang menikah tanpa izin walinya, maka pernikahannya batil, pernikahannya batil, pernikahannya batil.

Syaikh DR. Abdullah al-Faqiih dalam Fatwanya berkata :

أخرج هذا الحديث الأربعة إلا النسائي وصححه أبو عوانة وابن حبان والحاكم وصححه أيضاً يحيى بن معين وغير واحد من الحفاظ. وتلقاه جمهور العلماء بالقبول ويعضد بأحاديث أخرى منها ” لا تزوج المرأة المرأة، ولا تزوج المرأة نفسها” رواه ابن ماجه والدارقطني ورجاله ثقات

Diriwayatkan oleh 4 ahli hadits, kecuali Nasa’i, dishahihkan oleh Abu ‘Awaanah, Ibnu Hibban, al Hakim dan juga Yahya bin Ma’in dan lebih dari satu hufadz. Mayoritas ulama menerima hadits ini dan dikuatkan dengan hadits-hadits lainnya, misalnya hadits :

Tidak boleh seorang wanita menikahkan wanita lain atau seorang wanita menikahkan dirinya sendiri (HR. Ibnu Majah, dan Daruquthni, para perowinya tsiqoh).

Continue Reading BAB 11 PERSETUJUAN GADIS DAN JANDA…

BAB 9 NADHOR

February 1, 2015 at 12:29 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment
Tags:

بَابُ النَّظَرِ إِلَى الْمَرْأَةِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَتَزَوَّجَهَا

Bab 9  Melihat Calon Istri ketika Hendak Menikahinya

 

Penjelasan Bab :

Islam mewajibkan kaum wanitanya untuk mengenakan jilbab yang menutupi tubuhnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al Ahzab : 59).

Tim penerjemah Depag RI mendefinisikan jilbab dengan sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Oleh karenanya tubuh wanita adalah aurat yang tidak halal dilihat oleh laki-laki ajnabiyyah (asing) yang bukan mahromnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung (QS. An Nuur : 31).

Continue Reading BAB 9 NADHOR…

Bab Menikahi Wanita Yang Merdeka dan Yang Subur

December 6, 2014 at 2:55 pm | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ تَزْوِيجِ الْحَرَائِرِ وَالْوَلُودِ

Bab  Menikahi Wanita Yang Merdeka dan Yang Subur

 

Penjelasan Bab :

Salah satu tujuan yang agung dari pernikahan Islami adalah agar lahir darinya keturunan-keturunan yang sholih, yang akan menjadi hamba-hamba Allah yang memakmurkan bumi-Nya dengan ibadah. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa mengajarkan hamba-Nya agar berdoa berikut ini :

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqoon : 74).

Continue Reading Bab Menikahi Wanita Yang Merdeka dan Yang Subur…

BAB 7 MENIKAHI WANITA PERAWAN

August 31, 2014 at 12:05 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ تَزْوِيجِ الْأَبْكَارِ

Bab 7 Menikahi Wanita Perawan

 

Penjelasan Bab :

Wanita dianggap perawan jika selaput daranya belum robek. namun bisa saja selaput daranya robek, misalnya karena aktivitas olah raga berat atau karena penyakit tertentu, yang mana misalnya alat kedokteran harus masuk dalam kemaluannya, sehingga akhirnya membuat robek selaput daranya –sekalipun jarang terjadi-. Sehingga yang dijadikan patokan bahwa wanita disebut perawan adalah bahwa alat kelamin laki-laki belum pernah masuk kedalam alat kelamin wanita tersebut.

Dalam Al Qur’an, terdapat ayat yang menyinggung tentang sifat bidadari yang perawan, berikut diantara sifatnya :

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin (QS. Ar Rahmaan : 56).

Continue Reading BAB 7 MENIKAHI WANITA PERAWAN…

Bab 6 Menikahi Wanita yang Agamanya Bagus

August 23, 2014 at 12:04 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ تَزْوِيجِ ذَاتِ الدِّينِ

Bab 6 Menikahi Wanita yang Agamanya Bagus

 

Penjelasan Bab :

Syariat memberikan petunjuk kepada umatnya agar ketika memilih pasangan memperhatikan beberapa kriteria dan kriteria utama yang perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan masalah agamanya. Ini berlaku ketika memilih wanita pendamping hidup bagi laki-laki yang nanti haditsnya akan dibawakan oleh Imam Ibnu Majah –In Syaa Allah- dan juga laki-laki calon pemimpin hidupnya bagi wanita, karena Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ، إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَاد

Jika datang kepada kalian orang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah, jika tidak dilakukan, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan selainnya, dihasankan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Al Albani).

  Continue Reading Bab 6 Menikahi Wanita yang Agamanya Bagus…

Bab 5 Wanita yang Paling Utama

August 10, 2014 at 1:08 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ أَفْضَلِ النِّسَاءِ

Bab 5 Wanita yang Paling Utama

 

Penjelasan Bab :

Yakni penjelasan bahwa seorang wanita dapat menjadi manusia yang utama, jika memiliki sifat-sifat yang nanti akan dibawakan dalam hadits-hadits di bab ini. Dan Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa Maha Adil, maka barangsiapa dari kalangan wanita yang mengerjakan amal-amal Sholih, Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa akan tetap menyediakan surga baginya, Firman-Nya :

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun”. (QS. An Nisaa (4) : 124).

Continue Reading Bab 5 Wanita yang Paling Utama…

Bab 4 Hak Seorang Suami atas Istrinya

July 26, 2014 at 12:28 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ حَقِّ الزَّوْجِ عَلَى الْمَرْأَةِ

Bab 4 Hak Seorang Suami atas Istrinya

 

Penjelasan Bab :

Yakni penjelasan hak-hak apa saja yang seharusnya didapatkan dari seorang istri. Dalam bab sebelumnya telah disinggung juga hak suami atas istrinya atau dengan kata lain kewajiban istri kepada suami.

 

Imam Ibnu Majah berkata :                                

1852 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ، لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، وَلَوْ أَنَّ رَجُلًا أَمَرَ امْرَأَتَهُ أَنْ تَنْقُلَ مِنْ جَبَلٍ أَحْمَرَ إِلَى جَبَلٍ أَسْوَدَ، وَمِنْ جَبَلٍ أَسْوَدَ إِلَى جَبَلٍ أَحْمَرَ، لَكَانَ نَوْلُهَا أَنْ تَفْعَلَ»

8). Hadits no. 1852

Haddatsanaa Abu Bakr bin Abi Syaibah ia berkata, haddatsanaa ‘Affaan ia berkata, haddatsanaa Hammaad bin Salamah dari Ali bin Zaid bin Jud’aan dari Sa’id ibnul Musayyib dari ‘Aisyah rodhiyallahu anha, bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “seandainya saya boleh memerintahkan seorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan istri sujud kepada suaminya. Seandainya seorang suami memerintahkan istrinya untuk berjalan dari gunung merah ke gunung hitam dan balik lagi dari gunung hitam ke gunung merah, maka hal itu adalah kewajiban yang harus ditunaikan istri”.

Penjelasan kedudukan hadits : Continue Reading Bab 4 Hak Seorang Suami atas Istrinya…

Bab 3 Hak Seorang Istri atas Suaminya

July 26, 2014 at 12:24 am | Posted in Syarah Kitab Nikah min Sunan Ibnu Majah | Leave a comment

بَابُ حَقِّ الْمَرْأَةِ عَلَى الزَّوْجِ

Bab 3 Hak Seorang Istri atas Suaminya

 

Penjelasan Bab :

Yakni penjelasan hak-hak apa saja yang seharusnya didapatkan dari seorang suami. Dalam bab ini Imam Ibnu Ibnu Majah mendahulukan wanita terlebih dahulu, karena di bab berikutnya, beliau memberikan judul bab hak suami atas istrinya. Wallahu A’lam, mungkin ini suatu bentuk pemulian terhadap wanita, sehingga Beliau mendahulukannya, sebagaimana istilah yang ngetrend zaman ini ‘ladies first’. Atau bisa jadi Beliau adalah termasuk suami yang sayang istrinya, sebagaimana ini adalah akhlak Rasulullah sholallahu alaihi wa salam, bahwa Beliau adalah manusia yang paling baik akhlaknya terhadap para istrinya.

Dalam Al Qur’an salah satu hak istri atau dengan kata lain kewajiban suami yang paling mendasar adalah pemberian nafkah. Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka (QS. An Nisaa’ : 34).

  Continue Reading Bab 3 Hak Seorang Istri atas Suaminya…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: