BAB 13 DILARANG MENJUAL HARTA GHONIMAH YANG BELUM DIBAGI

March 6, 2015 at 2:21 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابٌ فِي كَرَاهِيَةِ بَيْعِ المَغَانِمِ حَتَّى تُقْسَمَ

Bab 13 Tentang Dimakruhkannya Menjual Harta Ghonimah, Sampai Dibagi Terlebih Dahulu

 

Penjelasan Bab :

Asy-Syaikh Abdullah al-Basaam dalam Taudihul Ahkaam berkata tentang yang dimaksud dengan al-Maghoonim, kata beliau :

المغانم: جمع غنيمة، وهي ما استُولي عليه قهرًا من أموال الكفَّار المحاربين

Al-Maghoonim jamak dari ghoniimah, Yakni apa yang diperoleh secara paksa dari hartanya orang kafir harbi.

Tidak disukainya menjual harta ghonimah sebelum dibagi, karena itu sama dengan menjual barang yang belum dimilikinya, sebagaimana perkataan syaikh Muhammad Ali bin Adam dalam Dakhirotul Uqbaa :

وإنما نهى عن بيعها؛ لعدم تمام ملك صاحبها قبل القسمة، إذ لا يدري كلّ غانم قبل القسمة ما يدخل فِي سهمه، فلو باع سهمه قبل ذلك، فقد باع المجهول

Hanyalah dilarang untuk menjualnya, karena tidak sempurnannya kepemilikan sebelum dibagi, yang mana tidak diketahui seluruh ghonimah sebelum dibagi, mana yang termasuk bagiannya, seandainya dijual bagiannya sebelum dibagi, maka ia sungguh telah menjual sesuatu yang majhul.

Continue Reading BAB 13 DILARANG MENJUAL HARTA GHONIMAH YANG BELUM DIBAGI…

Advertisements

BAB 12 TENTANG SALAB

March 1, 2015 at 10:36 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابُ مَا جَاءَ فِي مَنْ قَتَلَ قَتِيلًا فَلَهُ سَلَبُهُ

Bab 12 Tentang Orang yang Membunuh Seorang Musuh Mendapatkan apa yang Dimiliki Musuh

 

Penjelasan Bab :

Asy-Syaikh Shoolih bin Abdul Aziz Alu Syaikh  dalam Syarah Arbain, berkata yang dimaksud dengan salabahu :

يعني ما عليه من السلاح، وما معه من المال أو كذا، يسلبه ويكون لهذا القاتل

Yakni apa yang dimiliki musuh seperti pedang atau hartanya, ini adalah rampasan yang didapatkan oleh si pembunuh musuh tersebut.

 

Imam Tirmidzi berkata :

1562 – حَدَّثَنَا الأَنْصَارِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ كَثِيرِ بْنِ أَفْلَحَ، عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ، مَوْلَى أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَتَلَ قَتِيلًا لَهُ عَلَيْهِ بَيِّنَةٌ فَلَهُ سَلَبُهُ»: «وَفِي الحَدِيثِ قِصَّةٌ» حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، بِهَذَا الإِسْنَادِ نَحْوَهُ وَفِي البَاب عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، وَخَالِدِ بْنِ الوَلِيدِ، وَأَنَسٍ، وَسَمُرَةَ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَأَبُو مُحَمَّدٍ هُوَ نَافِعٌ مَوْلَى أَبِي قَتَادَةَ، وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ،  وَهُوَ قَوْلُ الأَوْزَاعِيِّ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ وقَالَ بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ: لِلإِمَامِ أَنْ يُخْرِجَ مِنَ السَّلَبِ الخُمُسَ وقَالَ الثَّوْرِيُّ: النَّفَلُ أَنْ يَقُولَ: الإِمَامُ مَنْ أَصَابَ شَيْئًا فَهُوَ لَهُ، وَمَنْ قَتَلَ قَتِيلًا فَلَهُ سَلَبُهُ، فَهُوَ جَائِزٌ، وَلَيْسَ فِيهِ الخُمُسُ وقَالَ إِسْحَاقُ: السَّلَبُ لِلْقَاتِلِ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ شَيْئًا كَثِيرًا فَرَأَى الإِمَامُ أَنْ يُخْرِجَ مِنْهُ الخُمُسَ، كَمَا فَعَلَ عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ

15). Hadits no. 1562

Haddatsana al-Anshoriy ia berkata, haddatsanaa Ma’nun ia berkata, haddatsanaa Malik bin Anas dari Yahya bin Sa’id dari Umar bin Katsiir bin Aflah dari Abi Muhammad –Maula Abi Qotaadah- dari Abu Qotadah rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “barangsiapa yang membunuh seorang musuh yang sudah jelas baginya, maka ia mendapatkan hartanya”.

Dalam hadits ini, terdapat kisahnya. Haddatsanaa ibnu Abi Umar ia berkata, haddatsanaa Sufyaan bin Uyyainah dari Yahya bin Sa’id dengan sanad diatas mirip matannya.

Dalam bab ini, terdapat juga hadits dari ‘Auf bin Maalik, Khoolid bin Walid, Anas dan Samurah rodhiyallahu anhum ajma’in.

Hadits ini hasan Shahih, Abu Muhammad adalah Naafi’ –maula Abi Qotadah-.

Hadits ini diamalkan oleh sebagian ulama dari kalangan sahabat Nabi sholallahu alaihi wa salam dan selain mereka, ini adalah pendapatnya Auza’i, Syafi’i, dan Ahmad.

Sebagian ulama berkata : ‘bagi Imam wajib mengambil seperlima salabnya’.

Ats-Tsauri berkata : ‘harta rampasan, jika Imam mengatakan, barangsiapa yang mendapatkan sesuatu, maka itu untuknya dan bagi yang membunuh seorang musuh, maka ia mendatkan salabnya, ini adalah boleh dan tidak  perlu mengeluarkan seperlimanya’.

Ishaq berkata : ‘Salab bagi yang membunuh, kecuali jika hartanya banyak, maka Imam mengambil seperlimanya, sebagaimana dilakukan oleh Umar bin Khothob rodhiyallahu anhu’.

  Continue Reading BAB 12 TENTANG SALAB…

BAB 11 TENTANG RAMPASAN PERANG

February 20, 2015 at 10:36 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابٌ فِي النَّفَلِ

Bab 11 Tentang Rampasan Perang

 

Penjelasan Bab :

Nafal jamaknya adalah Anfaal, secara bahasa adalah tambahan dari yang diminta, seperti Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نافِلَةً لَكَ عَسى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقاماً مَحْمُوداً

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (QS. Al Israa’ : 79).

Sedangkan secara istilah az-Zamakhsyari dalam Tafsirnya mengatakan :

النفل : الغنيمة ، لأنها من فضل الله تعالى وعطائه . قال لبيد : إنَّ تَقْوَى رَبِّنَا خَيْرُ نَفَلْ …

An-Nafal adalah ghonimah karena itu adalah kelebihan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’alaa. Labiid (salah seorang penyair mutaqodimin) berkata : ‘ sesungguhnya takwa kepada Rabbunaa adalah sebaik-baiknya harta rampasan…

2 jenis harta rampasan perang yang disebutkan dalam Al Qur’an yaitu ghonimah dan Fa’i. Perbedaannya adalah ghonimah harta rampasan perang yang diperoleh melalui pertempuran, sedangkan Fa’i harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa melalui pertempuran.

Tim penerjemah Depag RI dalam catatan kaki surat Al Hasyr ayat 6 berkata :

Fai-i ialah harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran. Pembagiannya berlainan dengan pembagian ghanimah. Ghanimah harta rampasan yang diperoleh dari musuh setelah terjadi pertempuran. Pembagian fai-i sebagai yang tersebut pada ayat 7. Sedang pembagian ghanimah tersebut pada ayat 41 Al Anfal dan lihat no. [613] dan [614].

Continue Reading BAB 11 TENTANG RAMPASAN PERANG…

BAB 10 MEMANFAATKAN PERABOT ORANG KAFIR

February 1, 2015 at 12:34 am | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment
Tags:

بَابُ مَا جَاءَ فِي الِانْتِفَاعِ بِآنِيَةِ المُشْرِكِينَ

Bab 10 Tentang Memanfaatkan Bejana Milik Kaum Musyrikun

 

Penjelasan Bab :

Yakni seputar hukum memanfaatkan peralatan makan dan minum milik orang-orang Kafir baik musyrikin maupun ahli kitab, ketika seorang Muslim berada di negeri mereka atau mendapatkan peralatan tersebut. Pada asalnya segala sesuatu itu suci, sampai diketahui terdapat sesuatu yang memalingkan hukum kesuciannya. Ini adalah kaedah besar dalam agama ini, berdasarkan Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu (QS. Al Baqoroh : 29).

Imam as-Sa’diy dalam Tafsirnya berkata menjelaskan ayat diatas :

وفي هذه الآية العظيمة  دليل على أن الأصل في الأشياء الإباحة والطهارة، لأنها سيقت في معرض الامتنان، يخرج بذلك الخبائث، فإن [تحريمها أيضا] يؤخذ من فحوى الآية، ومعرفة المقصود منها، وأنه خلقها لنفعنا، فما فيه ضرر، فهو خارج من ذلك، ومن تمام نعمته، منعنا من الخبائث، تنزيها لنا.

Dalam ayat yaang agung ini terdapat dalil bahwa asal segala sesuatu adalah boleh dan suci, karena konteks ayat adalah bumi ini tempat kenikmatan. Namun keluar dari hukum asal ini sesuatu yang khobits (buruk), karena pengharamannya juga diambil dari pemahaman terhadap ayat ini dan mengenal dari maksud dan tujuan syariat, yakni bahwa ciptaan-Nya adalah untuk dimanfaatkan, maka apa yang ternyata didalamnya terdapat kemudhorotan, maka ini keluar dari hukum asal serta termasuk kesempurnaan nikmatnya, kita dilarang dari hal-hal khobits (buruk) sebagai pensucian kepada kita. Continue Reading BAB 10 MEMANFAATKAN PERABOT ORANG KAFIR…

Bab 9 Tentang Ahlu Dzimah yang Berperang bersama Kaum Muslimin Apakah diberikan Saham Ghonimah?

October 31, 2014 at 3:11 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابُ مَا جَاءَ فِي أَهْلِ الذِّمَّةِ يَغْزُونَ مَعَ المُسْلِمِينَ هَلْ يُسْهَمُ لَهُمْ؟

Bab 9 Tentang Ahlu Dzimah yang Berperang bersama Kaum Muslimin Apakah diberikan Saham Ghonimah?

 

Penjelasan Bab :

Ahlu Dzimmah adalah orang kafir yang hidup di negeri kaum muslim dengan membayar jizyah sebagai jaminan keamanan kepadanya. Bisa saja seorang pemimpin kaum Muslimin membuat peraturan bagi ahli Dzimmah, jika negara dalam situasi perang mereka wajib turut serta, sebagaimana dulu Rasulullah sholallahu alaihi wa salam pernah mengikat perjanjian dengan beberapa kabilah Yahudi agar mereka turut membantu kaum Muslimin ketika kota Madinah diserang oleh pihak lain.

Pada saat kondisinya seperti ini, dimana kaum kufar ahli dzimmah ikut serta berperang bersama kaum Muslimin, kemudian kaum Muslimin memperoleh kemenangan, apakah ahlu dzimmah mendapatkan saham ghonimah? Berikut penjelasannya :eroleh kemenangan, apakah ahlu dzimmah mendapatkan saham ghonimah?  berperang bersama kaum Muslimin, kemudian kaum Muslimin m

Imam Tirmidzi berkata :

1558 – حَدَّثَنَا الأَنْصَارِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ الفُضَيْلِ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نِيَارٍ الأَسْلَمِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ،  عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى بَدْرٍ حَتَّى إِذَا كَانَ بِحَرَّةِ الوَبَرَةِ لَحِقَهُ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ يَذْكُرُ مِنْهُ جُرْأَةً وَنَجْدَةً، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ؟»، قَالَ: لَا، قَالَ: «ارْجِعْ، فَلَنْ أَسْتَعِينَ بِمُشْرِكٍ» وَفِي الحَدِيثِ كَلَامٌ أَكْثَرُ مِنْ هَذَا، هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ العِلْمِ، قَالُوا: لَا يُسْهَمُ لِأَهْلِ الذِّمَّةِ، وَإِنْ قَاتَلُوا مَعَ المُسْلِمِينَ العَدُوَّ، وَرَأَى بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ: أَنْ يُسْهَمَ لَهُمْ إِذَا شَهِدُوا القِتَالَ مَعَ المُسْلِمِينَ

وَيُرْوَى عَنْ الزُّهْرِيِّ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْهَمَ لِقَوْمٍ مِنَ اليَهُودِ قَاتَلُوا مَعَهُ» حَدَّثَنَا بِذَلِكَ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَارِثِ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عَزْرَةَ بْنِ ثَابِتٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ

11). Hadits no. 1558

Haddatsanaa al-Anshoriy ia berkata, haddatsanaa Ma’nun ia berkata, haddatsanaa Maalik bin Anas, dari al-Fudhoil bin Abi Abdillah, dari Abdillah bin Niyaar al-Aslamiy, ‘Urwah, dari ‘Aisyah rodhiyallahu anha, bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam keluar menuju Badr, hingga ketika Beliau sholallahu alaihi wa salam sampai di sumur al-Wabaroh, salah seorang Musyrikin yang disebut pemberaninya Najed ingin ikut perang, maka Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata kepadanya : “engkau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya?”. Ia berkata : “tidak”. Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “kembalilah! Aku tidak butuh bantuan orang Musyrik”. Continue Reading Bab 9 Tentang Ahlu Dzimah yang Berperang bersama Kaum Muslimin Apakah diberikan Saham Ghonimah?…

Bab 7 Orang yang Diberi Fa’i

August 28, 2014 at 11:27 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابُ مَنْ يُعْطَى الفَيْءَ

Bab 7 Orang yang Diberi Fa’i

 

Penjelasan Bab :

Fa’i adalah harta rampasan yang tidak melalui pertempuran, sebagaimana dalam Firman-Nya I :

وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (6) مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(7)

“Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”. (QS. Al Hasyr (59) 6-7: )

Continue Reading Bab 7 Orang yang Diberi Fa’i…

Bab 6 Tentang Pasukan Sarooyaa

August 21, 2014 at 11:09 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابُ مَا جَاءَ فِي السَّرَايَا

Bab 6 Tentang Pasukan Sarooyaa

 

Penjelasan Bab :

Imam Mubarokfuriy dalam Tuhfatul Ahwadziy mengatakan bahwa ini adalah bagian tentara. Kemudian beliau menukil dari an-Nihaaayah :

قال في النهاية السرية هي طائفة من الجيش يبلغ أقصاها أربع مائة تبعث إلى العدو وجمعها السرايا

As-Sariyyah adalah sekelompok tentara yang jumlah mencapai 400 orang yang diutus kepada musuh. Jamaknya adalah as-Surooyaa.

Jadi as-Suroyaa adalah nama pasukan dengan jumlah personil paling sedikitnya 400 orang.

Dalam dunia militer modern, pembagian pasukan berdasarkan jumlah pasukannya dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah sebagai berikut :

  1. Group, dengan personil 9 sampai 12 orang, dipimpin oleh Kopral sampai sersan.
  2. Peleton, dengan anggota rata-rata 3 – 4 group, dipimpin oleh Letnan.
  3. Kompi, dengan jumlah anggota 100 – 150 personil, dipimpin oleh letnan utama dan ajudannya.
  4. Batalion, terdiri dari 800 – 1000 personil, dipimpin oleh Letnan Kolonel.
  5. Brigade, terdiri dari rata-rata 3 batalion, dipimpin oleh Brigadir Jenderal.
  6. Divisi, personilnya berjumlah sekitar 25.000 orang, dipimpin oleh Mayor Jenderal.
  7. Army, berjumlah sekitar 20 divisi, dipimpin oleh panglima Tentara.

Sumber : https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081130060308AAnSAlG

Continue Reading Bab 6 Tentang Pasukan Sarooyaa…

Bab 5 Tentang Bagian Pasukan Penunggang Kuda

August 8, 2014 at 9:32 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابٌ فِي سَهْمِ الْخَيْلِ

Bab 5 Tentang Bagian Pasukan Penunggang Kuda

 

Penjelasan Bab :

Ini adalah penjelasan tentang bagian ghonimah yang diterima oleh tentara yang berjuang di jalan Allah, setelah mendapatkan kemenangan dari musuh-musuhnya. Pembagiannya telah saya singgung dalam syarah Shahih Bukhori Kitab Iman bab 40, silakan merujuknya kesana. Pembagian ghonimah adalah 1/5 untuk Allah dan Rasulnya, sedangkan 4/5 untuk pasukan yang ikut berperang. Kemudian dari 4/5 bagian inilah pasukan berkuda mendapatkan bagian yang lebih banyak dibandingkan pasukan pejalan kaki.

Hal ini tentunya karena pada waktu itu kuda menjadi kendaraan andalan dalam peperangan dan butuh perawatan lebih kepada kuda-kuda tersebut agar dalam kondisi prima ketika terjun ke medan tempur. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman :

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan) (QS. Al Anfaal : 60).

Continue Reading Bab 5 Tentang Bagian Pasukan Penunggang Kuda…

Bab 4 Tentang Ghanimah

July 25, 2014 at 8:49 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابُ مَا جَاءَ فِي الغَنِيمَةِ

Bab 4 Tentang Ghanimah

 

Penjelasan Bab :

Ghanimah (rampasan perang) adalah harta yang didapat melalui pertempuran dengan orang-orang Kafir, sebagaimana dalam surat Al An’Aam ayat 1, Allah I berfirman :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ

“Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul”.

Adapun harta rampasan yang tidak melalui pertempuran dinamakan dengan Fa’I, sebagaimana dalam Firman-Nya I :

وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (6) مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(7)

“Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”. (QS. Al Hasyr (59) 6-7: ) Continue Reading Bab 4 Tentang Ghanimah…

Bab 3 Pembakaran dan Pemotongan Pohon

July 19, 2014 at 10:30 pm | Posted in Syarah Kitab Siyar min Sunan Tirmidzi | Leave a comment

بَابٌ فِي التَّحْرِيقِ وَالتَّخْرِيبِ

Bab 3 Pembakaran dan Pemotongan Pohon

 

Penjelasan Bab :

Yakni hukum melakukan pembakaran dan pemotongan pohon atau tanaman milik orang kafir ketika berperang di negeri mereka. Para ulama berpeda pendapat tentang masalah tersebut, Imam Tirmidzi nanti akan menukilkan kepada kita pendapat para ulama tentang masalah ini.

  Continue Reading Bab 3 Pembakaran dan Pemotongan Pohon…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: