BAB 5 HUKUM BUNUH BAGI ORANG MURTAD

February 11, 2015 at 10:58 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | 1 Comment

قَتْلُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ، وَذِكْرُ الِاخْتِلَافِ عَلَى زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ، عَنْ عَرْفَجَةَ فِيهِ

Bab 5 Hukum Bunuh bagi Orang yang Memisahkan Diri dari Jamaah dan Penyebutan tentang Perbedaan Riwayat Ziyaad bin ‘Ilaaqoh dari ‘Arfajah tentang Hal tersebut

 

Penjelasan Bab :

Bab sebelumnya telah kita singgung terkait apa saja yang menyebabkan halalnya darah seorang. Pada bab kali ini akan dibahas dalil-dalil lain yang menguatkan bahwa seorang yang murtad dari Islam, layak mendapatkan hukuman yaitu halal darahnya alias dibunuh.

Para ulama juga memiliki perhatian yang serius dalam masalah ini, mereka memasukkannya dalam kitab-kitab fiqihnya dan memberikan pasal khusus yaitu hukum orang yang murtad. Misalnya Imam Syafi’i, beliau telah membahas masalah ini dalam kitab fiqihnya yang diberi judul al-Umm. Pada jilid 1 hal. 294 (cet. Daarul Ma’rifah, Beirut), Imam Syafi’i memberikan sebuah sub bab dengan judul “Murtad dari Islam”, lalu beliau berkata :

وَمَنْ انْتَقَلَ عَنْ الشِّرْكِ إلَى إيمَانٍ ثُمَّ انْتَقَلَ عَنْ الْإِيمَانِ إلَى الشِّرْكِ مِنْ بَالِغِي الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ اُسْتُتِيبَ فَإِنْ تَابَ قُبِلَ مِنْهُ، وَإِنْ لَمْ يَتُبْ قُتِلَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ {وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا} [البقرة: 217] إِلَى {هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ} [البقرة: 39]

Barangsiapa yang pindah dari kesyirikan kepada iman, lalu berpindah dari iman kepada kesyirikan dari kalangan laki-laki dan wanita yang baligh, maka diminta taubat, jika bertaubat diterima, namun jika tidak bertaubat, maka dibunuh. Allah Azza wa Jalla berfirman : {Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya} (QS. Al Baqoroh : 217).

Continue Reading BAB 5 HUKUM BUNUH BAGI ORANG MURTAD…

BAB 4 YANG MENGHALALKAN DARAH SEORANG MUSLIM

February 1, 2015 at 12:43 am | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment
Tags:

ذِكْرُ مَا يَحِلُّ بِهِ دَمُ الْمُسْلِمِ

Bab 4 Penyebutan Sesuatu yang Menghalalkan Darah Seorang Muslim

 

Penjelasan Bab :

Telah disampaikan pada pembahasan sebelumnya bahwa darah seorang Muslim pada asalnya terjaga dengan penjagaan yang sangat besar, bahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampai mengancam bagi orang yang membunuh seorang Muslim dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam kekal selama-lamanya. Firman-Nya :

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya (QS. An Nisaa’ : 93).

Namun untuk kasus-kasus tertentu atas kemaslahatan yang lebih besar, syariat menghalalkan darah seorang Muslim atas tindak kejahatan yang dilakukannya dengan kriteria tertentu dan pelaksanaannya oleh pihak yang berwenang. Imam Nasa’i akan membawakan hadits-hadits yang menyebabkan seorang Muslim halal darahnya sebagai berikut :

Continue Reading BAB 4 YANG MENGHALALKAN DARAH SEORANG MUSLIM…

BAB 3 DOSA BESAR YANG PALING BESAR

November 19, 2014 at 4:43 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

ذِكْرُ أَعْظَمِ الذَّنْبِ، وَاخْتِلَافُ يَحْيَى وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ عَلَى سُفْيَانَ فِي حَدِيثِ وَاصِلٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ فِيهِ

Bab 3 Penyebutan Dosa yang Paling Besar dan

Perbedaan Riwayat Yahya dan Abdur Rokhman dari Sufyaan dalam Haditsnya Waashil dari Abi Wail dari Abdillah tentang Hal ini

 

Penjelasan Bab :

Dalam bab ini, Imam Nasa’i masih membahas tentang peringkat dosa besar dan yang paling besar adalah dosa syirik, kemudian peringkat kedua adalah dosa membunuh anaknya sendiri, lalu disusul dengan dosa berzina dengan istri tetangga. Urutan inilah yang disebutkan melalui jalur periwayatan Yahya bin Sa’id al-Qohthoon dan Abdur Rokhman bin Mahdi dari Sufyan dari Waashil dari Abi Wail dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu.

Kemudian Imam Nasa’i menyebutkan versi riwayat lain dari jalan Yaziid bin Haruur dari Syu’bah dari ‘Aashim dari Abi Wail dari ibnu Mas’ud rodhiyallahu anhu dengan urutan yang kedua adalah berzina dengan istri tetangga lalu berikutnya dosa membunuh anaknya sendiri. Imam Nasa’i mengatakan bahwa riwayat ini adalah keliru, sehingga Continue Reading BAB 3 DOSA BESAR YANG PALING BESAR…

Bab 2 Penyebutan Dosa Besar

September 9, 2014 at 11:27 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

ذِكْرُ الْكَبَائِرِ

Bab 2 Penyebutan Dosa Besar

 

Penjelasan Bab :

Dosa besar adalah Setiap dosa yang mengakibatkan laknat kepada pelakunya atau kemarahan atau ancaman di akhirat atau hukuman had di dunia. Demikian definisi yang disampaikan oleh Imam Ibnu Utsaimin. Telah berlalu dalam hadits-hadits sebelumnya bahwa tindakan pembunuhan yang disengaja merupakan tindakan pidana yang pelakunya akan mendapatkan kemarahan Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa, diancama neraka jahanam di akhirat dan ditegakkan hukum qishosh padanya di dunia, sehingga tentu saja pembunuhan masuk kedalam kriteria dosa besar. Terlebih lagi nanti akan dibawakan hadits-hadits yang menunjukkan secara tegas dari syari’at bahwa pembunuhan adalah termasuk dosa besar.

Bahkan dalam Al Qur’an pembunuhan sebagai dosa besar pertama yang terjadi dikalangan bani Adam. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman menceritakan kisah pembunuhan Qabil terhadap Habil, lalu Habil berkata :

إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

“Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.” (QS. Al Maidah : 29).

Continue Reading Bab 2 Penyebutan Dosa Besar…

BAB 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 4 – AKHIR)

August 29, 2014 at 11:43 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

4000 – أَخْبَرَنِي أَزْهَرُ بْنُ جَمِيلٍ الْبَصْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ النُّعْمَانِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ: اخْتَلَفَ أَهْلُ الْكُوفَةِ فِي هَذِهِ الْآيَةِ: {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا} [النساء: 93] فَرَحَلْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ فَسَأَلْتُهُ، فَقَالَ: «لَقَدْ أُنْزِلَتْ فِي آخِرِ مَا أُنْزِلَ ثُمَّ مَا نَسَخَهَا شَيْءٌ»

35). Hadits no. 4000

Akhbaroni Azhar bin Jamiil al-Bashriy ia berkata, haddatsanaa Khoolid ibnul Harits ia berkata, haddatsanaa Syu’bah dari al-Mughiroh bin an-Nu’maan dari Sa’id bin Jubair ia berkata : “penduduk Kufah berbeda pendapat tentang ayat ini : { Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya } (QS. An Nisaa’ : 93)”. Maka aku pergi kepada Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu untuk bertanya tentangnya, beliau rodhiyallahu anhu menjawab : “ayat tersebut turun termasuk ayat yang terakhir turun, lalu tidak ada yang menghapus hukumnya”.

  Continue Reading BAB 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 4 – AKHIR)…

BAB 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 3)

August 26, 2014 at 11:33 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

3997 – أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُسْتَمِرِّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” يَجِيءُ الرَّجُلُ آخِذًا بِيَدِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، هَذَا قَتَلَنِي، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: لِمَ قَتَلْتَهُ؟ فَيَقُولُ: قَتَلْتُهُ لِتَكُونَ الْعِزَّةُ لَكَ، فَيَقُولُ: فَإِنَّهَا لِي. وَيَجِيءُ الرَّجُلُ آخِذًا بِيَدِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ: إِنَّ هَذَا قَتَلَنِي، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: لِمَ قَتَلْتَهُ؟ فَيَقُولُ: لِتَكُونَ الْعِزَّةُ لِفُلَانٍ، فَيَقُولُ: إِنَّهَا لَيْسَتْ لِفُلَانٍ فَيَبُوءُ بِإِثْمِهِ “

32). Hadits no. 3997

Akhbaronaa Ibrohim ibnul Mustamir ia berkata, haddatsanaa ‘Amr bin ‘Aashim ia berkata, haddatsanaa Mu’tamir dari Bapaknya dari Al A’masy dari Syaqiiq bin Salamah dari ‘Amr bin Syurohbiil dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi sholallahu alaihi wa salam, Beliau bersabda : “seorang akan datang (pada hari kiamat) memegang tangan orang lain, lalu ia berkata : ‘wahai Rabb, orang ini telah membunuhku’, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berkata kepada si pembunuh : “kenapa engkau membunuhnya?”, maka si pembunuh tadi berkata : ‘aku membunuhnya untuk kemulian-Mu’. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : “pembunuhan tadi untukku”. Lalu datang orang lain lagi yang memegang tangan seorang, ia berkata : ‘ini orang yang membunuhku’. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : “kenapa engkau membunuhnya?”, si pembunuh menjawab : ‘aku membunuhnya untuk kemulian fulan’. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman : “ia bukan untuk  fulan, maka ia menanggung dosanya”.

Penjelasan kedudukan hadits :

semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Ibrohim ibnul Mustamir perowi Shoduq yaghribu.

Hadits ini shahih, dikatakan oleh Imam Al Albani. Beliau telah mentakhrijnya secara lengkap dalam ash-Shahihah (no. 2698).

Continue Reading BAB 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 3)…

Bab 1 Pengagungan Darah Muslim (Bag. 2)

August 24, 2014 at 11:39 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

3991 – أَخْبَرَنَا سَرِيعُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَاسِطِيُّ الْخَصِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْرَقُ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الصَّلَاةُ، وَأَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ»

26). Hadits no. 3991

Akhbaronaa Sarii’bin Abdullah al-Waasithiy al-Khosiy ia berkata, haddatsanaa Ishaaq bin Yuusuf al-Azroq dari Syariik dari ‘Aashim dari Abi Wail dari Abdillah rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “yang pertamakali dihisab pada diri seorang hamba adalah sholatnya, dan yang pertamakali diputuskan diantara manusia adalah dalam masalah darah”.dari Abdillah raa Syariik dari a, ha

Penjelasan kedudukan hadits :

Sarii’, dinilai maqbul oleh Al Hafidz, sedangkan Imam Abu Hatim (lihat jarh wa ta’dil) menilainya majhul.

Sisa perowinya, para perowi Bukhori-Muslim, kecuali Syaarik bin Abdullah al-Qodhi perowi Muslim, yang berubah hapalannya setelah menjabat menjadi hakim.

Hadits ini Hasan lighoirihi, dikatakan shahih oleh Imam Al Albani dalam ta’liq Sunan Nasa’i. Dalam ash-Shahihah (no. 1748), Imam Al Albani telah mentakhrij hadits ini dan mengatakan sanadnya hasan, kemudian ada penguat dari jalan lain. Setengah kalimat yang pertama dikuatkan dari jalan sahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu dalam HR. Abu Dawud (no. 864), HR. Tirmidzi (no. 413) dan HR. Ibnu Majah (no. 1425). Kemudian penguat lainnya dari sahabat Tamiim ad-Daariy rodhiyallahu anhu dalam HR. Ibnu Majah (no. 1426). Continue Reading Bab 1 Pengagungan Darah Muslim (Bag. 2)…

Bab 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 1)

August 20, 2014 at 10:40 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

تَعْظِيمُ الدَّمِ

Bab 1 Pengagungan Terhadap Darah Seorang Mukmin

 

Penjelasan Bab :

Pada hadits-hadits sebelumnya telah disebutkan bahwa seorang yang telah bersyahadat, mengikrarkan keislamannya, maka telah haram darahnya, wajib dipelihara darahnya dan hak-hak sebagai seorang Muslim lainnya. Oleh karenanya ketika Rasulullah sholallahu alaihi wa salam mendengar kabar bahwa Usaamah rodhiyallahu anhu membunuh orang kafir dalam medan jihad, dan pada saat orang kafir tersebut sudah dalam posisi tersudut, lalu tiba-tiba orang kafir tersebut bersyahadat, namun Usaamah rodhiyallahu anhu tetap membunuhnya dengan persangkaan bahwa orang tersebut hanya ingin menyelamatkan diri darinya. Maka Nabi sholallahu alaihi wa salam tidak mau menerima alasan Usaamah rodhiyallahu anhu. Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya (no. 96) -dan asal hadits ini terdapat juga dalam Shahih Bukhori- dari Usaamah rodhiyallahu anhu, beliau berkata :

بَعَثَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ، فَصَبَّحْنَا الْحُرَقَاتِ مِنْ جُهَيْنَةَ، فَأَدْرَكْتُ رَجُلًا فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، فَطَعَنْتُهُ فَوَقَعَ فِي نَفْسِي مِنْ ذَلِكَ، فَذَكَرْتُهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَقَتَلْتَهُ؟» قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفًا مِنَ السِّلَاحِ، قَالَ: «أَفَلَا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لَا؟» فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَيَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّي أَسْلَمْتُ يَوْمَئِذٍ

Rasulullah sholallahu alaihi wa salam mengutus kami dalam sebuah pasukan, pada pagi harinya kami sampai di Khuroqoot salah satu kabilah Juhainah, aku mendapati seorang dari mereka yang mengatakan ‘Laa ilaaha illallah’, namun aku tetap membunuhnya, sehingga dalam diriku terjadi kebimbangan, maka aku menceritakan hal tersebut kepada Nabi sholallahu alaihi wa salam. Lalu Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bertanya : “apakah ia mengucapkan Laa ilaaha illallah, namun engkau membunuhnya?”. Aku menjawab : “wahai Rasulullah, hanyalah ia mengucapkannya karena takut dengan pedangku”. Nabi sholallahu alaihi wa salam menanggapi : “apakah engkau sudah membelah hatinya, sehingga tahu apakah ia benar-benar tulus mengucapkannya atau tidak?”, Beliau sholallahu alaihi wa salam mengulang-ulanginya terus, sampai-sampai aku berangan-angan aku baru masuk Islam pada hari itu. Continue Reading Bab 1 PENGAGUNGAN DARAH MUSLIM (BAG. 1)…

HADITS-HADITS PENGHARAMAN DARAH (BAG. 5)

August 19, 2014 at 9:34 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

3985 – أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الْأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا، وَذَلِكَ أَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ»

20). Hadits no. 3985

Akhbaronaa ‘Amr bin Ali dari Abdur Rokhman ia berkata, haddatsanaa Sufyan dari Al A’masy dari Abdullah bin Murroh dari Masruuq dari Abdullah rodhiyallahu anhu dari Nabi sholallahu alaihi wa salam Beliau bersabda : “janganlah membunuh seorang dengan dholim, melainkan anak Adam yang pertamakali akan menanggung darahnya, yang demikan karena ia yang pertamakali mensunahkan pembunuhan”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Imam Al Albani, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhori (no. 3335) dan Imam Muslim (no. 1677).

Continue Reading HADITS-HADITS PENGHARAMAN DARAH (BAG. 5)…

HADITS-HADITS PENGHARAMAN DARAH (BAG. 4)

August 12, 2014 at 11:11 pm | Posted in Syarah Kitab Tahrimud Dam min Sunan Nasa'i | Leave a comment

Imam Nasa’i berkata :

3984 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ: حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى، عَنْ ثَوْرٍ، عَنْ أَبِي عَوْنٍ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ يَخْطُبُ – وَكَانَ قَلِيلَ الْحَدِيثِ -، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: سَمِعْتُهُ يَخْطُبُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «كُلُّ ذَنْبٍ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَغْفِرَهُ، إِلَّا الرَّجُلُ يَقْتُلُ الْمُؤْمِنَ مُتَعَمِّدًا، أَوِ الرَّجُلُ يَمُوتُ كَافِرًا»

19). Hadits no. 3984

Akhbaronaa Muhammad ibnul Mutsanaa ia berkata, haddatsanaa Shofwaan bin Isa dari Tsaur, dari Abi ‘Aun dari Abi Idris ia berkata, aku mendengar Mu’awiyyah rodhiyallahu anhu berkhutbah –beliau memiliki sedikit hadits- dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam beliiau berkata, aku mendengar Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “semua dosa, mudah-mudahan diampuni oleh Allah, kecuali dosanya seorang yang membunuh orang mukmin dengan sengaja atau seorang yang mati dalam kondisi kafir”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Semua perowinya, perowi Bukhori-Muslim, kecuali Shofwaan bin Isa, hanya dipakai oleh Imam Muslim. Dan Abu ‘Aun yang bernama Abdullah bin Abi Abdullah, hanya ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Hibban, oleh karenanya Al Hafidz menilainya sebagai perowi maqbul.

Hadits ini Hasan Lighoirihi, karena kelemahan Abu ‘Aun seorang perowi majhul Haal, kerena beliau diriwayatkan oleh 2 orang yakni tsaur dan Arthoh, keduanya perowi tsiqoh. Syaikh Syu’aib Arnauth menghasankan sanad ini dalam ta’liq Musnad Ahmad, menurut beliau Abu ‘Aun hasanul hadits, karena ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Imam Al’ijli. Adapun Imam Al Albani dalam ta’liq Sunan Nasa’i menilainya shahih. Continue Reading HADITS-HADITS PENGHARAMAN DARAH (BAG. 4)…

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: