SKENARIO SUSUNAN AYAT-AYAT DALAM SURAT AL FATIHAH

January 7, 2017 at 10:58 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

SKENARIO SUSUNAN AYAT-AYAT DALAM SURAT AL FATIHAH

 

Imam Ibnu Katsir dan para ulama selainnya mengatakan bahwa Al Fatihah terdiri dari 7 ayat dan ini adalah kesepakatan mayoritas ulama, kita tidak katakan ijma ulama, karena nyata-nyatanya dalam kitab tafsirnya, Imam ibnu Katsir menukil perkataan Imam ‘Amr bin Ubaid bahwa Al Fatihah ada 8 ayat dan Husain Al-Ju’fiy mengatakannya terdiri dari 6 ayat.

 

Kemudian sebagaimana telah dimaklumi oleh para pengkaji tafsir, bahwa terjadi perselisihan yang kuat terkait apakah “بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ” merupakan ayat pertama dari surat Al Fatihah atau tidak. Berdasarkan pendapat yang mengatakan bahwa basmallah ayat pertama dari Al Fatihah maka susunan tertib ayat pada surat Al Fatihah adalah sebagaimana yang kita kenal dengan ayat yang ketujuhnya berbunyi, “صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ”. Bagaimana jika skenarionya adalah menerapkan pendapat yang mengatakan bahwa Basmallah bukan bagian dari Al Fatihah, maka otomatis semua urutan ayat dalam surat Al Fatihah akan turun satu tingkat. Ayat “الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ” yang tadinya menempati urutan ayat ke-2, akan menjadi urutan ayat ke-1 dan seterusnya sampai pada akhir ayat yang tadinya ayat ke-7 menjadi ayat ke-6. Kalau begitu berdasarkan pendapat yang mengatakan Basmalah bukan bagian dari Al Fatihah, berarti menganggap Al Fatihah hanya terdiri dari 6 ayat?, tentunya tidak seperti itu, karena para ulama yang mengatakan bahwa Basmalah bukan bagian dari Al Fatihah tetap menganggap Al Fatihah terdiri dari 7 ayat. Jika demikian, maka apa ayat yang menjadi urutan ke-7 dalam surat Al Fatihah?.

 

Asy-Syaikh Muhammad bin Umar yang dikenal dengan nama Nawawi Al-Bantaniy, ulama nusantara yang memiliki reputasi internasional, memiliki karya tulis dalam bidang tafsir yang beliau beri judul “Maroohu Labiid li Kasyfi Ma’na Al-Qur’an Al-Majiid”, dalam kitab tersebut beliau memberikan penjelasan apa yang dijadikan ayat ke-7 atas pendapat yang mengatakan Basmalah bukan bagian dari Al Fatihah. Kata beliau :

والسابعة: صِراطَ الَّذِينَ إلى آخرها إن كانت البسملة منها وإن لم تكن منها فالسابعة: غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ إلى آخرها

“ayat yang ketujuh adalah “صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ”, jika Basmalah termasuk bagian dari Al Fatihah, namun jika tidak termasuk bagian darinya, maka ayat yang ketujuhnya adalah “غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ” –selesai-.

Jadi Asy-Syaikh Nawawi Al Bantani membagi ayat terakhir –ketika Basmalah tidak dianggap bagian dari Al Fatihah- menjadi 2 ayat. Ayat keenamnya adalah “صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ” dan ayat ketujuhnya yaitu “غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين”.

 

Perkataan senada juga disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shoolih Al-Utsaimin dalam kitab tafsirnya surat Al Fatihah dan Al Baqoroh, kemudian pembagian ayat yang terakhir menjadi 2 ayat, beliau gunakan juga sebagai hujjah bahwa Basmalah bukan bagian dari Al Fatihah, kata beliau :

ثم من جهة السياق من حيث اللفظ، فإذا قلنا: إن البسملة آية من الفاتحة لزم أن تكون الآية السابعة طويلة على قدر آيتين؛ ومن المعلوم أن تقارب الآية في الطول والقصر هو الأصل..

“Kemudian ditinjau sisi siyaqnya (kontek ayat) yaitu dari sisi lafadz, maka jika kita katakan Basmalah termasuk bagian dari ayat Al Fatihah, konsekuensinya ayat yang ke-7 itu panjang, ukurannya dua kalipat (dari panjang ayat-ayat lainnya). Termasuk perkara yang dimaklumi bahwa berdekatannya panjang pendek ayat-ayat (dalam satu konteks / surat) itu adalah asalnya” –selesai-.

 

Maksud Asy-Syaikh Utsaimin, jika ayat yang terakhir dibagi 2 sebagaimana penjelasannya diatas, maka dari sisi keserasian panjang-pendek ayatnya, maka ini lebih serasi dibandingkan dengan ayat-ayat sebelumnya dalam surat Al Fatihah, sehingga ini menjadi point tambahan yang menguatkan pendapat bahwa Basmalah bukan bagian dari Al Fatihah. Wallahu Ta’aalaa A’lam bis Showab.

TAFSIR SURAT AN NABAA` AYAT 17 – 20

February 20, 2016 at 11:59 am | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR SURAT AN NABAA’

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا (17) يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا (18) وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا (19) وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا (20)

Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. Continue Reading TAFSIR SURAT AN NABAA` AYAT 17 – 20…

TAFSIR SURAT AN NABA` AYAT 6 – 16

February 8, 2016 at 11:13 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment
  1. TAFSIR SURAT AN NABAA’

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا (6) وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (7) وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا (8) وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا (9) وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا (10) وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا (11) وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا (12) وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا (13) وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا (14) لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا (15) وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا (16)

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?, dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?. Continue Reading TAFSIR SURAT AN NABA` AYAT 6 – 16…

TAFSIR SURAT AN NABA` AYAT 1-5

February 6, 2016 at 11:26 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR SURAT AN NABAA’

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

عَمَّ يَتَساءَلُونَ (1) عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ (3) كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ (5)

Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar. yang mereka perselisihkan tentang ini. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.

عَمَّ” sebenarnya berasal dari “عن” huruf jaar, dan “ما” istifhamiyyah (kata Tanya)[1]. Ini merupakan qiroah ‘Ikrimah dan Isa bin Umar[2]. Makna istifhamnya adalah besarnya perkara tersebut, seolah-olah Dia berkata : ‘tentang apakah mereka saling bertanya-tanya’[3]. “يَتَساءَلُونَ” (mereka saling bertanya-tanya), mereka Continue Reading TAFSIR SURAT AN NABA` AYAT 1-5…

C. ASBAABUN NUZUL SURAT AN NABA`

February 3, 2016 at 3:07 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

C. ASBAABUN NUZUL SURAT AN NABA`

 

Telah datang sebuah riwayat yang menyebutkan Asbabun Nuzul untuk surat An Nabaa`. Imam Suyuthi dalam kitabnya Lubaabun Nuquul (hal. 208) berkata :

أخرج ابن جرير وابن أبي حاتم عن الحسن قال لما بعث النبي صلى الله عليه وسلم جعلوا يتساءلون بينهم فنزلت عم يتساءلون عن النبإ العظيم

Diriwayatkan oleh Ibnu Juraij dan Ibnu Abi Haatim dari al-Hasan al-Bashri beliau berkata : “ketika Nabi sholallahu alaihi wa salam diutus, mereka (kafir Quraisy) saling bertanya-tanya, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan : {Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar}. Continue Reading C. ASBAABUN NUZUL SURAT AN NABA`…

TAFSIR BIR RO’YU

July 25, 2015 at 6:16 pm | Posted in Tafsir | Leave a comment

TAFSIR BIR RO’YU

 

Dalam khazanah ilmu tafsir ada beberapa macam corak metode dalam menafsirkan Al Qur’an. diantara metode tersebut adalah menafsirkan Al Qur’an dengan ro’yu semata, yakni memahami Al Qur’an dengan jalan pikirannya semata. Inilah metode yang diistilahkan ulama dengan tafsir bir ro’yu.

Diriwayatkan bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

مَنْ قَالَ فِي القُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَأَصَابَ فَقَدْ أَخْطَأَ

Barangsiapa mengatakan tentang (makna) Al Qur’an dengan pikirannya (semata), (sekalipun) mencocoki kebenaran, ia tetap keliru.

Takhrij Hadits :

Ditulis haditsnya oleh beberapa ulama berikut :

  1. Imam Abu Dawud Sulaiman ibnul al-Asy’ats (w. 275 H) dalam as-Sunan (no. 3652 –pen. Maktabah al-‘Ishriyyah, Beirut);
  2. Imam Muhammad bin Isa at-Tirmidzi (w. 279 H) dalam as-Sunan (no. 2952 –pen. Musthofa al-Baabil Halaabiy, Mesir);
  3. Imam Abu Ya’la al-Maushuliy (w. 307 H) dalam al-Musnad (no. 1520 –pen. Daarul Ma’mun lit Turots, Damaskus);
  4. Imam Abu Bakar ar-Ruyaaniy (w. 307 H) dalam al-Musnad (no. 968 –pen. Maktabah al-Qurthubah, Kairo);
  5. Imam Sulaiman bin Ahmad ath-Thabraniy (w. 360 H) dalam Mu’jam al-Kabiir (no. 1672 –pen. Maktabah Ibnu Taimiyyah, Kairo) & Mu’jam al-Ausath (no. 5101 –pen. Daarul Haromain, Kairo);
  6. Imam Ibnu Bathoh (w. 387 H) dalam al-Ibaanah Kubro (no. 421, 798, & 806 –pen. Daarur Royaah, Riyadh);
  7. Imam Baihaqi (w. 458 H) dalam Syu’abul Iman (No. 2018 –pen. Maktabah Ar-Rusydi, Riyadh);

Semuanya meriwayatkan dari jalan (ini lafadznya Sunan Tirmidzi) :

حَدَّثَنَا سُهَيْلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ أَبِي حَزْمٍ، أَخُو حَزْمٍ القُطَعِيِّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عِمْرَانَ الجَوْنِيُّ، عَنْ جُنْدَبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Haddatsanaa Suhail bin Abdullah yaitu Ibnu Abi Hazm, saudaranya Hazm al-Qutho’iy ia berkata, haddatsanaa Abu ‘Imroon al-Jauniy, dari Jundub bin Abdullah rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “Al-Hadits”.

Kedudukan Perowi Hadits :

  1. Suhail bin Abi Hazm, Al Hafidz Ibnu Hajar dalam at-Taqriib menyimpulkan beliau sebagai perowi dhoif.
  2. Abu Imron Abdul Malik bin Umair (33 – 136 H), perowi tsiqoh dipakai oleh Bukhori-Muslim.
  3. Jundub bin Abdullah rodhiyallahu anhu (w. >60 H), salah seorang sahabat Nabi sholallahu alaihi wa salam.

Berdasarkan hal tersebut, hadits diatas dhoif, karena kelemahan yang ada pada Suhail bin Abi Hazm. Imam Tirmidzi setelah meriwayatkan hadits ini berkata :

هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ، وَقَدْ تَكَلَّمَ بَعْضُ أَهْلِ الحَدِيثِ فِي سُهَيْلِ بْنِ أَبِي حَزْمٍ

Ini adalah hadits ghorib (dari jalan tunggal –pent.), sebagian ahli hadits telah mengkritik Suhail bin Abi Hazm.

Ahli hadits kontemporer seperti Imam Al Albani dan asy-Syaikh Syu’aib Arnauth telah mendhoifkan hadits diatas, asy-Syu’aib Arnauth berkata dalam Ta’liq Sunan Abu Dawud :

إسناده ضعيف لضعف سهيل بن مهران -وهو سهيل بن أبي حزم-

Sanadnya dhoif karena kedhoifan Suhail bin Mihroon –yaitu Suhail bin Abi Hazm-.

Namun yang benar hadits diatas adalah Maqtu’ yakni disandarkan kepada Tabi’i, sebagaimana perkataan Imam Al Albani dalam Ta’liq Sunan Tirmidzi :

صحيح الإسناد مقطوع (يعني أثر قتادة وأثر مجاهد كليهما أما الحديث المرفوع فقد قال: ضعيف)

Sanad yang shahih adalah maqtu’ –yakni atsar dari Qotadah dan Mujahid-. Adapun hadits yang marfu’ (ini) adalah dhoif.

Kemudian dalam riwayat lain, hadits diatas mendapat dukungan atau syawahid dengan lafadz :

مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa mengatakan tentang (makna) Al Qur’an tanpa ilmu, maka siapkanlah tempat duduknya di Neraka.

Takhrij Hadits : Continue Reading TAFSIR BIR RO’YU…

TAFSIR AT-TIGHOLIY : QS. AL BAQOROH AYAT 16-20

June 20, 2015 at 10:14 pm | Posted in Tafsir, Tafsir Al Baqoroh | Leave a comment

Tafsir Al Baqoroh 16-20

TAFSIR AT-TIGHOLIY : AL BAQOROH AYAT 11 – 15

June 15, 2015 at 10:58 pm | Posted in Tafsir, Tafsir Al Baqoroh | Leave a comment

Tafsir Surat Al Baqoroh ayat 11 – 15 :

Tafsir Al Baqoroh ayat 11-15

TAFSIR AT-TIGHOLIY : AL BAQOROH 6-10

June 15, 2015 at 10:06 pm | Posted in Tafsir, Tafsir Al Baqoroh | Leave a comment

Berikut tafsir surat Al Baqoroh ayat 6-10 :

Tafsir Al Baqoroh 6-10

TAFSIR AT-TIGHOLIY : AL BAQOROH 1-5

June 14, 2015 at 11:58 pm | Posted in Tafsir, Tafsir Al Baqoroh | Leave a comment

berikut adalah tafsir ringkas, yang kami beri judul tafsir at-Tigholiy -yang Insya Allah berseri-:

Tafsir Al Baqoroh 1-5

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: