ATSAR ABU HUROIROH TENTANG WAKTU SHOLAT

August 24, 2016 at 4:30 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

ATSAR ABU HUROIROH TENTANG WAKTU SHOLAT

 

Hadits No. 9 :

9 – وَحَدَّثَنِي عَنْ مالِكٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ زِيَادٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَنَّهُ سَأَلَ أَبَا هُرَيْرَةَ عَنْ وَقْتِ الصَّلَاةِ.؟ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: أَنَا أُخْبِرُكَ «صَلِّ الظُّهْرَ إِذَا كَانَ ظِلُّكَ مِثْلَكَ وَالْعَصْرَ إِذَا كَانَ ظِلُّكَ مِثْلَيْكَ، وَالْمَغْرِبَ إِذَا غَرَبَتِ الشَّمْسُ، وَالْعِشَاءَ مَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ ثُلُثِ اللَّيْلِ، وَصَلِّ الصُّبْحَ بِغَبَشٍ» يَعْنِي الْغَلَسَ

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yaziid bin Ziyaad, dari Abdullah bin Roofi’ –maula Ummu Salamah, istri Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam-, bahwa ibnu Roofi’ bertanya kepada Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu tentang waktu sholat?, Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu menjawab : “aku telah memberitahumu, sholatlah Dhuhur, ketika bayanganmu setinggi badanmu. Sholatlah Ashar ketika bayanganmu setinggi 2 kali tinggi badanmu. Sholat Maghrib ketika tengelamnnya Matahari. Sholat Isya antara waktu biasa engkau mengerjakannya sampai sepertiga malam. Sholat Subuh ketika gholas, yaitu langit masih hitam”.

[Shahih]

===========================================================================

Faedah Hadits :

  1. Ini adalah penjelasan Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu terkait waktu-waktu sholat.
  2. Sekalipun hadits diatas mauquf kepada Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, namun hukumnya marfu’ yakni terangkat sampai kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam, karena waktu-waktu sholat tidak bisa berdasarkan pendapat pribadi, namun bersandar kepada nash.

 

 

BATAS AKHIR SHOLAT ISYA

August 24, 2016 at 3:21 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

BATAS AKHIR SHOLAT ISYA

Hadits No. 8 :

8 – وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَتَبَ إِلَى أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ أَنْ «صَلِّ الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ بَيْضَاءُ نَقِيَّةٌ، قَدْرَ مَا يَسِيرُ الرَّاكِبُ ثَلَاثَةَ فَرَاسِخَ، وَأَنْ صَلِّ الْعِشَاءَ، مَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ ثُلُثِ اللَّيْلِ. فَإِنْ أَخَّرْتَ فَإِلَى شَطْرِ اللَّيْلِ،  وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ»

Telah menceritakan kepadaku dari Malik, dari Hisyam bin Urwah, bahwa Umar bin Khothob radhiyallahu anhu pernah menulis kepada Abu Musa Al Asy’ari yang isinya : “laksanakanlah shalat ashar ketika matahari terlihat putih jernih sampai kadar perjalanan tiga farsakh, dan laksanakanlah shalat Isya’  hingga sepertiga malam, jika kamu ingin mengakhirkannya maka hingga separuh malam dan janganlah termasuk orang-orang yang lalai.

[Dhoif]

===============================================================================

Komentar : atsar diatas dhoif dan mauquf, karena terjadi keterputusan sanad antara Urwah bin Zubair yang lahir pada masa awal-awal kekhilafahan Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, sehingga tidak pernah berjumpa dengan Umar radhiyallahu anhu.

 

 

Surat Edaran Amirul Mukminin Umar bin Khothob terkait Waktu Sholat

August 24, 2016 at 2:51 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

Surat Edaran Amirul Mukminin Umar bin Khothob terkait Waktu Sholat

Hadits No. 7 :

7 – وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَمِّهِ أَبِي سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَتَبَ إِلَى أَبِي مُوسَى: أَنْ «صَلِّ الظُّهْرَ، إِذَا زَاغَتِ الشَّمْسُ. وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ بَيْضَاءُ نَقِيَّةٌ، قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَهَا صُفْرَةٌ. وَالْمَغْرِبَ إِذَا غَرَبَتِ الشَّمْسُ، وَأَخِّرِ الْعِشَاءَ مَا لَمْ تَنَمْ. وَصَلِّ الصُّبْحَ، وَالنُّجُومُ بَادِيَةٌ مُشْتَبِكَةٌ. وَاقْرَأْ فِيهَا بِسُورَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ مِنَ الْمُفَصَّلِ»

Telah menceritakan kepadaku Malik, dari Pamannya – Abu Suhail-, dari Bapaknya bahwa Umar bin Khothob radhiyallahu anhu menulis kepada Abu Musa Al Asya’riv yang isinya : “laksanakanlah shalat zhuhur ketika matahari tergelincir dan shalat ashar ketika matahari terlihat putih jernih sebelum menguning. Laksanakanlah Shalat maghrib ketika matahari terbenam, dan akhirkan shalat Isya’ selagi kamu belum tidur, dan laksanakanlah shalat subuh ketika bintang-bintang terlihat saling bersusun, dan bacalah di dalamnya dua surat panjang yang termasuk kategori dari surat-surat Al Mufasshal (surat yang dimulai dari surat Al Hujurat sampai akhir –pent) .
[Shahih]

=======================================================================
Faedah Hadits :
1. Hendaknya pemimpin senantiasa menasehati bawahannya agar bertakwa kepada Allah, dan perkara urgent yang perlu diperhatikan adalah sholat.
2. Waktu-waktu sholat sebagaimana yang disebutkan dalam hadits.
3. Keteladanan Umar radhiyallahu anhu sebagai seorang pemimpin yang banyak mengeluarkan surat edaran kepada bawahannya, untuk memperhatikan perkara-perkara agama, terutama sholat.
4. Sunahnya membaca surat Mufashol pada waktu menunaikan sholat Subuh.

SURAT UMAR KEPADA BAWAHANNYA

August 20, 2016 at 4:25 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

HADITS NO. 6

6 – وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَتَبَ إِلَى عُمَّالِهِ: ” إِنَّ أَهَمَّ أَمْرِكُمْ عِنْدِي الصَّلَاةُ. فَمَنْ حَفِظَهَا وَحَافَظَ عَلَيْهَا، حَفِظَ دِينَهُ. وَمَنْ ضَيَّعَهَا فَهُوَ لِمَا سِوَاهَا أَضْيَعُ، ثُمَّ كَتَبَ: أَنْ صَلُّوا الظُّهْرَ، إِذَا كَانَ الْفَيْءُ ذِرَاعًا، إِلَى أَنْ يَكُونَ ظِلُّ أَحَدِكُمْ مِثْلَهُ. وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ بَيْضَاءُ نَقِيَّةٌ، قَدْرَ مَا يَسِيرُ الرَّاكِبُ فَرْسَخَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً، قَبْلَ غُرُوبِ الشَّمْسِ وَالْمَغْرِبَ إِذَا غَرَبَتِ الشَّمْسُ. وَالْعِشَاءَ إِذَا غَابَ الشَّفَقُ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ. فَمَنْ نَامَ فَلَا نَامَتْ عَيْنُهُ. فَمَنْ نَامَ فَلَا نَامَتْ عَيْنُهُ فَمَنْ نَامَ فَلَا نَامَتْ عَيْنُهُ “. وَالصُّبْحَ وَالنُّجُومُ بَادِيَةٌ مُشْتَبِكَةٌ

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Naafi’ –Maulaa Abdullah bin Umar – bahwasanya Umar bin khothob radhiyallahu ‘anhu menulis surat kepada para pegawainya : “sesungguhnya perkara yang paling penting menurutku adalah sholat, barangsiapa yang menjaganya dan memeliharanya, maka berarti ia telah menjaga agamanya, dan barangsiapa yang menyepelekannya, maka amalan lainnya akan lebih disepelekan”. Lalu beliau menulis : “sholatlah kalian sholat Dhuhur, jika bayangan kalian sudah sehasta sampai panjang bayangan kalian sama dengan tinggi kalian, adapun sholat Ashar maka ketika matahari masih tinggi dan putih jernih, dengan ukuran perjalanan sekitar dua atau tiga farsakh dengan naik kendaraan, sampai sebelum matahari tenggelam. Lalu maghrib ketika matahari telah tenggelam. Kemudian Isya, ketika syafaq merah telah lenyap sampai sepertiga malam. Maka barangsiapa yang tidur, maka jangan terlelap matanya, barangsiapa yang tidur, maka jangan terlelap matanya, barangsiapa yang tidur, maka jangan terlelap matanya. Sholat Subuh ketika bintang masih terlihat banyak”.
(Dhoif)
==============================================

Komentar : riwayat ini dhoif karena terjadi keterputusan sanad antara Naafi’ dengan Umar bin Khothob radhiyallahu ‘anhu.

1 ROKAAT PADA AKHIR WAKTU DIANGGAP TELAH MENDAPATKAN SHOLAT PADA WAKTUNYA

August 20, 2016 at 4:24 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

Hadits no. 5

5 – وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، وَعَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ وَعَنِ الْأَعْرَجِ: كُلُّهُمْ يُحَدِّثُونَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصُّبْحِ، قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الصُّبْحَ، وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ»

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Athoo bin Yasaar, dari Busr bin Sa’id dan dari al-A’raj, semuanya menceritakan dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “barangsiapa yang mendapatkan 1 rokaat sholat Subuh, sebelum terbitnya Matahari, maka ia telah mendapatkan sholat Subuh, dan barangsiapa yang mendapatkan 1 rokaat sholat Ashar sebelum tenggelamnya matahari, maka ia telah mendapatkan sholat Ashar”.
(Shahih)
===============================================

Faedah Hadits :
1. Batas waktu berakhirnya sholat Subuh adalah pada saat matahari terbit
2. Batas waktu berakhirnya sholat Ashar adalah pada saat matahari tenggelam
3. Orang yang mendapatkan 1 rokaat sebelum terbitnya matahari, maka ia telah mendapatkan sholat Subuh, sekalipun 1 rokaatnya lagi dikerjakan pada waktu matahari terbit atau telah habis waktu sholat Subuh, tidak perlu baginya mengqodho 1 rokaat yang dikerjakan diluar waktu tersebut.
4. Hadits ini bisa diterapkan kepada wanita haidh yang suci pada waktu seukuran 1 rokaat sebelum batas waktu berakhir, maka dia punya hutang sholat tersebut, begitu juga orang yang sadar dari pingsan, atau waras dari gilanya atau orang kafir yang masuk Islam, dan semisalnya.

WANITA SHOLAT BERJAMAAH

August 20, 2016 at 4:21 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

Hadits No. 4

4 – وَحَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهَا قَالَتْ: إِنْ «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُصَلِّي الصُّبْحَ»، فَيَنْصَرِفُ النِّسَاءُ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ، مَا يُعْرَفْنَ مِنَ الْغَلَسِ

Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik, dari Yahya bin Sa’id, dari ‘Umroh binti Abdur Rohman dari Aisyah radhiyallahu ‘anha istri Nabi sholallahu ‘alaihi wa Salam bahwa Beliau berkata : “adalah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam melaksanakan sholat Subuh, kemudian para wanita (setelah selesai sholat Subuh berjamaah –pent.) berpaling (pulang ke tempat tinggalnya masing-masing) dengan pakaian-pakain mereka yang tenal, tidak ada yang bisa mengenali mereka karena masih gelap.
(Shahih)
===========================================

Faedah Hadits :
1. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa Salam mengerjakan sholat Subuh pada waktu pagi masih gelap, tentunya sehabis terbitnya fajar.
2. Bolehnya wanita sholat berjamaah di masjid bersama laki-laki
3. Hendaknya wanita pulang duluan setelah selesai sholat agar tidak terjadi ikhtilath (bercampur baur) dengan laki-laki nantinya kalau keluar dari masjid berbarengan.
4. Hendaknya laki-laki memberikan kesempatan kepada para wanita untuk keluar masjid terlebih dahulu.

WAKTU SHOLAT SUBUH

August 20, 2016 at 4:19 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

HADITS NO. 3

3 – حَدَّثَنَا أَبُو مُصْعَبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلى الله عَلَيه وَسَلم، فَسَأَلَهُ، عَنْ وَقْتِ صَلاَةِ الصُّبْحِ، قَالَ: فَسَكَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلى الله عَلَيه وَسَلم عنه، حَتَّى إِذَا كَانَ مِنَ الْغَدِ صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ طَلَعَ الْفَجْرُ، ثُمَّ صَلَّى الصُّبْحَ مِنَ الْغَدِ بَعْدَ أَنْ أَسْفَرَ، ثُمَّ قَالَ: أَيْنَ السَّائِلُ عَنْ وَقْتِ الصَّلاَةِ؟ فقَالَ: هَأَنَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَقَالَ: مَا بَيْنَ هَذَيْنِ وَقْتٌ.

Telah menceritakan kepada kami Abu Mush’ab, telah menceriatakan kepada kami Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho` bin Yasar, dia berkata; seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya tentang waktu shalat subuh. Atho` bin Yasar berkata; lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam, hingga esok harinya beliau shalat subuh ketika terbit fajar, besoknya beliau shalat ketika langit telah menguning. lalu (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bertanya: “Dimana laki-laki yang bertanya kepadaku tentang waktu shalat subuh?” (Laki-laki itu) menjawab; “Saya, Wahai Rasulullah, ” maka beliau bersabda: ” waktu shalat subuh diantara dua waktu ini.”
===============================================

Faedah Hadits :
1. Waktu sholat Subuh yang dimulai dari terbitnya fajar
2. Rasulullah sholallahu alaihi wa salam sengaja menunda penjelasan, barangkali beliau ingin menjelaskannya juga kepada para sahabatnya yang lain, sehingga tidak perlu Beliau mengulang-ulangi jawaban untuk pertanyaan yang sama.

WAKTU SHOLAT ASHAR

August 20, 2016 at 4:17 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

Hadits no. 2

2 – قَالَ عُرْوَةُ: وَلَقَدْ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ «يُصَلِّي الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ فِي حُجْرَتِهَا، قَبْلَ أَنْ تَظْهَرَ»

kemudian Urwa] menegaskan : “dan telah menceritakan kepadaku Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat ashar di rumahnya ketika matahari belum meninggi.
================================================

Faedah Hadits :
1. Kebiasaan Rasulullah sholallahu alaihi wa salam yang sholat Ashar pada awal waktu.

HUKUM MENGAKHIRKAN SHOLAT

August 20, 2016 at 4:16 pm | Posted in MUWATHO' MALIK - KITAB SHOLAT | Leave a comment

1. Kitab Sholat
Bab Waktu-Waktu Sholat

1 – قَالَ: حَدَّثَنِي يَحْيَى بَنُ يَحْيَى اللَّيْثِيِّ، عَنِ مالِكٍ بَنُ أَنَسِ، عَنْ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ أَخَّرَ الصَّلَاةَ يَوْمًا، فَدَخَلَ عَلَيْهِ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، فَأَخْبَرَهُ أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ أَخَّرَ الصَّلَاةَ يَوْمًا – وَهُوَ بِالْكُوفَةِ – فَدَخَلَ عَلَيْهِ أَبُو مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيُّ فَقَالَ: مَا هَذَا يَا مُغِيرَةُ؟ أَلَيْسَ قَدْ عَلِمْتَ «أَنَّ جِبْرِيلَ نَزَلَ فَصَلَّى، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ صَلَّى، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ صَلَّى، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ صَلَّى، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ صَلَّى، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» ثُمَّ قَالَ: بِهَذَا أُمِرْتُ. فَقَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ: اعْلَمْ مَا تُحَدِّثُ بِهِ يَا عُرْوَةُ، أَوَ إِنَّ جِبْرِيلَ هُوَ الَّذِي أَقَامَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقْتَ الصَّلَاةِ؟ قَالَ عُرْوَةُ: كَذَلِكَ كَانَ بَشِيرُ بْنُ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيُّ، يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ.

Telah menceritakan kepadaku Al Laitsi dari Malik bin Anas dari Ibnu Syihab; Suatu hari Umar bin Abdul Aziz pernah mengakhirkan shalat, maka Urwah bin Az Zubair menemuinya dan memberitahukan kepadanya, bahwa suatu hari Mughirah bin Syu’bah mengakhirkan shalat ketika berada di Kufah, sehingga Ibnu Mas’ud menemuinya dan menegurnya ; “Apa maksudmu, hai Mughirah? bukankah kamu tahu, Jibril telah turun kemudian shalat dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ikut shalat, kemudian dia shalat dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ikut shalat, kemudian dia shalat dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ikut shalat juga, kemudian dia shalat dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ikut shalat. Lalu Jibril berkata; “Seperti ini aku diperintahkan, ”
maka Umar bin Abdul Aziz bertanya, “perhatikanlah apa yang kamu riwayatkan hai Urwah! Apakah Jibril yang mengajarkan waktu shalat untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”
Urwah menjawab; ” Basyir bin Mas’ud al Anshari menceritakan dari Bapaknya seperti itu juga”.
================================================

Faedah Hadits :
1. Keutamaan sholat pada awal waktu
2. Bolehnya menegur seseorang yang melakukan suatu perkara yang tidak utama.
3. Hendaknya ketika melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar disertai dengan hujjah yang kuat dari Al Qur’an dan Hadis, sebagaimana yang dilakukan ole Urwah ketika mengingatkan Umar bin Abdul Aziz dengan membawakan hadits Nabi sholallahu alaihi wa salam.
4. Riwayat ini sebagai bukti terkadang pembesar ulama belum sampai kepadanya dalil-dalil dari syariat kita.

MUKADIMAH SHAHIH MUSLIM

August 19, 2016 at 4:01 pm | Posted in SHAHIH MUSLIM | Leave a comment

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam, dan akibat yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. Sholawat Allah kepada Muhammad penutup para Nabi dan juga kepada semua para Nabi dan Rasul. Amma ba’du :

Sesungguhnya anda semoga Allah merahmatimu dengan taufik-Nya. Anda telah menyebutkan bahwa anda berkeinginan untuk mengetahui sejumlah kabar yang diriwayatkan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam tentang jalan-jalan agama dan hokum-hukumnya, kemudian apa yang berupa pahala dan siksaan, motivasi dan ancaman serta selainnya dengan sanad-sanad yang akan dinukilkan nantinya, kemudian disebarkan oleh para ulama dikalangan mereka. Anda ingin –semoga Allah membimbingmu- mendapatkan sejumlah buku yang mencakup itu semua, lalu anda memintaku untuk meringkas buku tersebut tanpa adanya pengulangan yang banyak, anda telah bertekad untuk menyibukkan diri dengan buku yang anda inginkan agar dapat memahaminya, dan dapat mengambil hukum dari tulisan tersebut. Untuk buku yang anda minta aku menulisnya, aku akan coba untuk merenunginya dan melihat situasi dan kondisinya, sehingga –Insya Allah- akibatnya akan terpuji dan manfaatnya akan terwujud. Continue Reading MUKADIMAH SHAHIH MUSLIM…

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: